Di Jakarta Barat, Ada Lebih dari 10 Pengaduan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Di Jakarta Barat, Ada Lebih dari 10 Pengaduan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Ilustrasi - Penganiayaan.---RRI/Istimewa

JAKARTA, FIN.CO.ID - Kasus kekerasan terhadap anak masih kerap terjadi di wilayah Jakarta Barat.

Kondisi demikian menjadi latar belakang berdirinya Pos Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak.

Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), telah mendirikan pos pengaduan di 6 lokasi pemukiman warga.

BACA JUGA:Viral TKA Lakukan Kekerasan Ke Karyawan, Manajemen PT. Joon Woo Bungkam, Satpam Malah Ungkap Kelakuan Bosnya

Kasudin PPAPP Jakarta Barat Sikah Winarni mengatakan, pihaknya sengaja membangun pos pengaduan ini di tengah pemukiman agar mudah dijangkau warga yang ingin melaporkan tindak kekerasan.

Dia mengungkapkan, 6 pos pengaduan ini tersebar di RPTRA Utama serta RPTRA Rusun di Pesakih Cengkareng, RPTRA Kalijodo Tambora, RPTRA Kembangan Utara, RPTRA Jati Pulo Akur Kecamatan Palmerah dan RPTRA Alur Kemuning Kecamatan Kalideres.

"Keberadaan pos-pos tersebut selama ini sangat membantu warga. Setiap bulan rata-rata jumlah pengaduan yang kami terima kurang lebih mencapai 10," ucapnya, Senin (26/9).

Menurut Sikah, masing-masing pos dijaga dua petugas dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). 

BACA JUGA:Viral Video TKA Bos Perusahaan di Tangerang Lakukan Kekerasan Kepada Karyawan, Disnakertrans Ambil Tindakan

Mereka ada yang bertugas  mendampingi masalah legal hukum dan melakukan pendampingan psikologi.

"Layanan yang diberikan berupa layanan psikolog, konsultasi hukum, mediasi, serta pendampingan pelayanan medis dan rujukan rumah aman. Semua tergantung kebutuhan korban, kami siap untuk mendampingi," tuturnya.

Ia berharap, keberadaan pos ini dapat menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jakarta Barat, sekaligus menjadi bentuk edukasi ke warga untuk tidak melakukan kekerasan.

"Harapan saya, ini dapat menjadi langkah awal membentuk rasa aman nyaman di lingkungan," pungkas Sikah.

Sumber: