Wartawan Senior CNN Batalkan Wawancara dengan Presiden Iran Karena Diminta Berjilbab

Wartawan Senior CNN Batalkan Wawancara dengan Presiden Iran Karena Diminta Berjilbab

Christiane Amanpour membatalkan wawancara dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi karena memerintahkan dirinya untuk berjilbab. (Bbc/) --

NEW YORK, FIN.CO.ID- Wartawan senior CNN Christiane Amanpour membatalkan wawancara dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi karena memerintahkan dirinya untuk berjilbab. 

Sedianya, wawancara itu dilakukan dalam sebuah pertemuan di New York, Amerika Serikat. 

Amanpour mengatakan bahwa tidak ada presiden Iran sebelumnya yang meminta dirinya berjilbab ketika dia mewawancarai mereka di luar Iran.

(BACA JUGA:Guntur Romli Beri Tanggapan Tegas Atas Insiden Tewasnya Perempuan Iran Mahsa Amini Ikut Demonstrasi)

(BACA JUGA:Protes Kewajiban Berhijab, Wanita-Wanita Iran Keluar Rumah dan Bakar Jilbab)

Dikutip BBC, Amanpour mengatakan, seorang ajudan Presiden Iran mengatakan kepadanya bahwa, perintah jilbab itu karena situasi di Iran saat ini. 

Padahal, Amanpour sudah siap untuk melakukam wawancara. Namun salah satu ajudan Presiden bersikeras agar dia menutupi rambutnya atas permintaan Raisi.

"Kami berada di New York, di mana tidak ada hukum atau tradisi tentang jilbab," kata Amanpour kemudian di Twitter-nya. 

Wawancara itu akan menjadi yang pertama bagi Raisi di tanah AS, selama kunjungannya ke Majelis Umum PBB.

(BACA JUGA:Tolak Mengenakan Jilbab, Wanita Iran Tewas Setelah Ditangkap Polisi Susila)

(BACA JUGA:Kasus Tewasnya Mahsa Amini, Gus Nadir: Tak Pakai Jilbab Bukan Termasuk Jinayat)

Amanpour mengatakan, ajudan Raisi telah menjelaskan bahwa wawancara tidak akan terjadi jika dia tidak mengenakan jilbab.

Ajudan menjelaskan bahwa mengenakan jilbab sebagai tanda rasa hormat ke presiden Iran. Timn Amanpour lalu meninggalkan lokasi wawancara. 

Pembawa acara AS itu kemudian memposting foto dirinya tanpa jilbab di depan kursi kosong di mana Raisi akan duduk untuk wawancara mereka.

Sumber: