Berkontribusi Besar, Pemerintah Akui Peran Penting Bank BTN untuk Rumah Rakyat

Berkontribusi Besar, Pemerintah Akui Peran Penting Bank BTN untuk Rumah Rakyat

Malam puncak Hari Perumahanan Nasional (Hapernas) yang digelar 25 Agustus 2022 lalu--

JAKARTA, FIN.CO.ID -- Komitmen dan kontribusi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dalam mendukung program perumahan nasional meraih apresiasi dari Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PUPR).

Pada malam puncak Hari Perumahanan Nasional (Hapernas) yang digelar 25 Agustus 2022 lalu, Bank BTN mendapat kehormatan menerima penghargaan sebagai Bank yang berhasil menyalurkan KPR Subsidi Terbanyak untuk semua segmen di Indonesia.

(BACA JUGA:BTN Syariah Jadi Bank Pertama Salurkan Tapera Syariah)

Pada acara Hapernas tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan, Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa Pemerintah tetap berkomitmen mewujudkan hunian layak dan terjangkau, diantaranya dengan memastikan anggaran subsidi dari Pemerintah untuk program pembiayaan rumah subsidi.

“Pemerintah  memastikan FLPP terus naik dengan Mitra BTN ini dimana tahun depan anggaran yang disediakan pemerintah untuk FLPP sebanyak 220.000 unit, secara keseluruhan bantuan Pemerintah untuk perumahan naik dari Rp 29 triliun tahun ini menjadi Rp 34 triliun tahun depan,” kata Basuki.

Pada Hapernas, Menteri mengajak generasi muda untuk membeli rumah misalnya rumah dengan sistem Transit of Development (TOD). “Kalau TOD beli rumah dapat kereta api, jadi punya rumah setiap saat dijemput kereta api, yang kedua kalau mengontrak harga pasti naik, sementara kalau cicilan makin lama makin kecil,” kata Basuki.

Basuki mengharapkan ada gotong royong, BTN, REI, APERSI, HIMPERRA dan seluruh pemangku kepentingan di sektor properti.

(BACA JUGA:Enaknya Jadi Pekerja, Dapat KPR Berbunga Rendah dari BTN)

Sementara itu, Dirjen Perumahan Iwan Suprijanto mengatakan,  Hapernas tahun ini secara khusus memberikan apresiasi terhadap praktik-praktik baik di sektor perumahan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah, Asosiasi Pelaku Pembangunan Perumahan, serta Perbankan.

"Upaya peningkatan kepemilikan rumah dalam rangka pengentasan backlog tidak hanya menjadi tugas dari Pemerintah Pusat, namun juga perlu kolaborasi dari seluruh stakeholder bidang perumahan, termasuk didalamnya Pemerintah Daerah, perbankan, asosiasi dan pelaku pembangunan, pegiat perumahan dan lembaga filantropi, serta tentunya dibutuhkan pula dukungan dari seluruh masyarakat demi mencapai hunian layak dan terjangkau untuk semua," katanya.

Berdasarkan data Susenas BPS di tahun 2021, tercatat sebanyak 12.750.172 rumah tangga belum memiliki rumah, di mana angka ini berpotensi untuk terus meningkat seiring dengan pertumbuhan rumah tangga baru yang diperkirakan mencapai 700.000 – 800.000 KK setiap tahun.

Untuk itu, Iwan berharap, stakeholder membangun kolaborasi yang lebih sinergis dengan seluruh stakeholder bidang perumahan, serta meningkatkan komitmen bersama dalam menyelesaikan tantangan dan permasalahan perumahan di seluruh Indonesia.

(BACA JUGA:Genjot Inovasi Layanan, BTN Bermitra dengan Google Cloud Indonesia dan Multipolar Technology)

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang diberikan Kementerian PUPR.

Sumber: