Miliki Fasilitas Lengkap, Krakatau Bandar Samudera Jelaskan Potensi Kargo Curah Indonesia di BMF

Miliki Fasilitas Lengkap, Krakatau Bandar Samudera Jelaskan Potensi Kargo Curah Indonesia di BMF

Ilustrasi PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) jelaskan potensi kargo curah Indonesia yang miliki fasilitas lengkap saat hadiri Bilateral Maritime Forum (BMF) ke-4 di Belanda.-Istimewa-

JAKARTA, FIN.CO.ID - PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) jelaskan potensi kargo curah Indonesia yang miliki fasilitas lengkap saat hadiri Bilateral Maritime Forum (BMF) ke-4 di Belanda.

Pembahasan kerja sama yang dibahas dalam BMF ke-4 yaitu Port Development, Renewable Energy, Shipbuilding, dan Maritime Education.

Selain itu, BMF mengadakan pertemuan antar CEO perusahaan di sektor maritim dari kedua negara.

Salah satu yang mewakili Indonesia dalam pertemuan tersebut adalah PT Krakatau Bandar Samudera.

(BACA JUGA:Kata Puan Maharani Saat Kunjungi Kabupaten Magetan: Stunting Masih Jadi Permasalahan Serius)

Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera, Akbar Djohan menyampaikan, potensi Krakatau International Port (pelabuhan milik KBS) sebagai pelabuhan curah terbesar di Indonesia.

Pelabuhan Krakatau International Port (KIP) terintegrasi dari hulu ke hilir dengan fasilitas lengkap baik fasilitas kepelabuhanan maupun transportasi multimoda.

"Berbagai potensi KIP yaitu pelabuhan internasional yang terintegrasi dengan ekosistem jasa logistik yang lengkap," ungkap Akbar dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (17/6/2022).

"Juga terintegrasi dengan kawasan industri serta lokasi yang sangat strategis di Kawasan Emas Selat Sunda dengan Jalur Komunikasi Laut 1 (ALKI-1) yang telah menjadi koridor Jaringan Transportasi Eropa–Asia–Afrika," sambungnya.

(BACA JUGA:Bakal Gabung Arsenal, Fabio Vieira Jadi Pemain Asal Portugal Dengan Market Value Termahal)

Akbar Djohan menambahkan, KIP memiliki dua terminal (Terminal Cigading 1-Terminal Cigading 2), dengan total 17 dermaga, fasilitas pegudangan terintegrasi, terminal Batu Bara atau Cigading International Bulk Terminal (CIBT) dan Pusat Logistik Berikat.

Digitalisasi juga telah dilakukan oleh KBS dengan platfrom KIPoS untuk memudahkan pelanggan mengakses booking online, monitoring bongkar/muat kargo secara realtime, mendapatkan jaminan keamanan menggunakan sistem Gate Access.

Sehingga, lanjut Akbar Djohan, hanya kargo yang telah registrasi yang dapat masuk dan keluar kawasan pelabuhan.

(BACA JUGA:Penyidikan Kasus Baru, KPK Usut Dugaan Proyek Fiktif di PT Amarta Karya)

Sumber: