Menanti Kurban
Ada kurban besar setelah Iduladha yang kita nanti Yang tidak satu pemimpin pun mau melakukannya
Ada kurban besar setelah Iduladha yang kita nanti Yang tidak satu pemimpin pun mau melakukannya
Setelah jalan bareng keliling kampus, saya diajak Prof Mun'im Sirry ke kantornya. Di lantai tiga. Di gedung jurusan teologi.
Berburu tiket murah dari Beijing ke New York, Dahlan Iskan ungkap lika-liku perjalanan dan seni menghemat Rp 10 juta
Kedelai itu awalnya tidak untuk tempe. Bukan juga untuk tahu. Anda sudah tahu –dari komentar perusuh Liang kemarin
Muhammadiyah punya Zendo. Sudah beroperasi di 27 kota/kabupaten. Tanggal 1 Juni besok mulai merambah Surabaya.
Anda sudah tahu: Doktor Rismon Sianipar diperiksa polisi soal pengungkapan forensiknya atas ijazah Presiden Jokowi
SAYA ke sawah pekan lalu. Ke rumah seorang petani di dekat Greensburg. Satu jam dari Indianapolis –sehari sebelum nonton balap mobil Indy500.
AKHIRNYA saya memihak pembalap pujaan orang Amerika. Alasan saya sangat pribadi: anak bungsu cucu Pak Iskan diberi nama yang sama: Andretti. Dua kakak Andretti
Waktu, tempat, dan kesempatan jarang datang bersamaan. Saya mengalami yang jarang itu. Tepat saat saya di Indianapolis
Ini seperti tidak ke New York. Hanya muter di sekitar Queen dan Long Island. Tidak ke Manhattan.
Tunduk kepada siapakah perusahaan-perusahaan BUMN sekarang ini? Ke Kementerian BUMN atau ke Danantara?
Ekonomi rakyat mulai hidup. Jalan mulai macet. Tapi listrik baru menyala dua-tiga jam sehari.
Diktator sudah menemukan jalan keluar untuk mengatasi kelemahannya.
Teman makan malam saya itu terus saja minum Motai –minuman keras termahal di Tiongkok. Padahal ia
Ia merasa dikecilkan. Dinilai bodoh. Ia marah. Ia akan gugat tokoh hukum nasional Prof Dr Mahfud MD.
Siapa yang lebih hebat: MBS atau DT. Mungkin Anda akan menjawab: Kasmudjo.
SIAPA pun yang sudah begitu kuat sulit ditumbangkan orang luar. Ia/dia bisa tumbang sendiri.
Utang harus dibayar –kalau ingat. Saya pun lupa kalau pernah ''umuk''
Sambil menyesali diri kenapa ikut-ikutan membahas Ijazah Jokowi
Belakangan ini saya lebih boros pulsa. Kuota cepat habis. Tiga minggu di Tiongkok uang beli pulsa bisa lebih banyak dari beli