Wabah Cepat
Wabah kereta cepat menyebar ke mana-mana --kecuali ke Amerika Serikat. Setelah Whoosh Jakarta-Bandung kini India segera punya: Mumbay-Ahmadabad.
Wabah kereta cepat menyebar ke mana-mana --kecuali ke Amerika Serikat. Setelah Whoosh Jakarta-Bandung kini India segera punya: Mumbay-Ahmadabad.
Nasib Zohran Mamdani kelihatannya lagi baik. Calon wali kota New York yang beragama Islam ini memang dipojok-pojokkan sebagai sosialis ekstrem. Tapi pemilih yang moderat lagi terpecah tiga: dua dari independen, satu dari partai Republik.
Putusan MK pekan lalu itu final. Wakil menteri dianggap sama dengan menteri: dilarang rangkap jabatan. Padahal para wakil menteri baru saja dapat jabatan rangkap: komisaris di BUMN.
Ternyata saya sudah mengenalnya. Lama. Tapi baru kali ini bertemu –secara kebetulan pula
Jagung. Jangan lupa Jagung. Hanya Jagung yang harus dilindungi dari putusan tarif 0 persen untuk barang impor dari Amerika.
Gajah lawan banteng: siapa yang menang? ChatGPT menegaskan: Gajah yang menang.
Hanya dua hari kemudian muncul kekagetan ini: Amerika telah mencapai kesepakatan dengan Indonesia.
Saya sering memikirkan ini: mengapa Presiden Prabowo mencanangkan pertumbuhan ekonomi harus delapan persen
Mahasiswa di sana mengadakan forum pertemuan: mengundang saya yang lagi bersama Bonek-Bonita di Perth, Australia Barat.
Harusnya saya tidak menulis ini: Anda sudah tahu semua. Tapi sebagai orang yang begitu sering naik pesawat Boeing 787,
Awalnya aktivis Islam di Australia Barat ingin membangun masjid dengan cara lama: di tanah wakaf.
Terlalu pagi. Pukul 05.00 saya sudah dijemput. Untuk pergi ke Iqra' --di bagian selatan kota Perth, Australia Barat.
Mendapat sahutan meriah itu si Bule tersenyum lebar. Lalu dia mengulangi lagi. Beberapa kali.
Nanda Aria, seorang wartawan Tirto.id, kirim WhatsApp (WA) ke saya Kamis kemarin. Saya lihat jam berapa WA itu: 10.12 WIB
Anda sudah terbiasa memandang ke utara. Pun saya. Singapura di utara. Jepang di utara. Korea Selatan di utara.
Memang langka sekali: dua mesin pesawat itu mati tiba-tiba. Bersamaan pula. Di menit yang sama
Sudah sebulan terakhir, setiap pagi, sahabat lama saya ini kirim tulisan bagus. Soal Indonesia dalam realita
Zohran Mamdani terancam kewarganegaraan AS dicabut jelang pencalonan Wali Kota New York. Siapa dia, dan mengapa Trump menargetnya? Simak kisah lengkapnya!
SAYA sudah expired. Tidak bisa lagi ikut gaya hidup baru: hidup tanpa kaca mata.
Ulang tahun Harian Disway tanggal 4 Juli pagi saya abdikan sepenuhnya untuk mereka: para pejuang terwujudnya sistem pembayaran digital nasional kita: QRIS.
Empat orang mendatangi saya kemarin. Salah satunya berambut kuncir panjang dengan topi cowboy.