Pendidikan . 01/11/2026, 08:45 WIB
Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bukan sekadar ajang kompetisi biasa.
Ajang ini membuka peluang besar untuk menerjemahkan hasil riset mahasiswa menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
Fokusnya kini bergeser dari sekadar meraih medali menjadi pengembangan inovasi yang berdampak.
Ringkasan :
fin.co.id - Di tengah meriahnya Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN 2026 yang akan bergulir di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 3–7 November 2026, ada pertanyaan krusial yang menggantung.
Setelah medali-medali terbagi dan pameran inovasi usai, ke mana arah pengembangan hasil riset mahasiswa akan melaju?
Inilah tantangan sesungguhnya yang kini menjadi sorotan utama.
Ajang akbar ini akan mempertemukan 497 finalis terbaik dari 54 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.
Namun, di balik gemerlap persaingan memperebutkan prestasi, perhatian kini tertuju pada bagaimana setiap gagasan cemerlang dapat bertransformasi menjadi solusi yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menegaskan bahwa kemenangan dalam lomba hanyalah awal mula dari sebuah perjalanan panjang.
Beliau menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan dan pendampingan setelah para mahasiswa meraih pengakuan atas capaian mereka.
“Medali merupakan pengakuan atas capaian mahasiswa,” ujar Sahiron dengan tegas.
“Tugas perguruan tinggi berikutnya adalah melihat karya mana yang layak dikembangkan, pengujian apa yang masih diperlukan, dan dukungan apa yang dibutuhkan agar penelitian itu terus bergerak,” tambahnya.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id