Ragam . 30/10/2026, 10:18 WIB

Abadikan Perjalanan Sampan Bujana Sentra, Wiwiek Rilis Buku 'Badai dalam Tungku'

Penulis : Sahroni
Editor : Sahroni

Sampan Bujana Sentra menghadirkan gagasan bahwa pelestarian budaya dapat berlangsung melalui beragam cara. Seni pertunjukan, musik tradisional, tari daerah, dan kuliner Nusantara menjadi bagian dari pengalaman yang saling melengkapi.

Melalui sinopsis buku, pembaca diajak menyusuri perjalanan SBS sebagai destinasi di Jakarta yang tidak hanya menawarkan sajian tradisional, tetapi juga pengalaman mengenal kekayaan budaya Indonesia. Di tempat ini, makanan menjadi bagian dari cerita, sementara pertunjukan seni menghadirkan kembali tradisi dalam ruang yang dapat dinikmati masyarakat.

Kisah tersebut semakin bermakna ketika perjalanan SBS memasuki fase setelah kepergian sang pendiri. Tantangan untuk mempertahankan keberlangsungan sebuah ruang budaya menjadi bagian dari perjuangan yang harus dihadapi oleh para penerusnya.

Di antara berbagai perubahan dan dinamika, komitmen untuk melanjutkan perjalanan menjadi benang merah yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan SBS. Melalui buku ini, Wiwiek ingin merekam keteguhan tersebut agar kisahnya tidak berhenti pada orang-orang yang pernah menyaksikannya secara langsung.

Keberanian Memulai dan Komitmen untuk Terus Melangkah

Selain mendokumentasikan perjalanan SBS, Wiwiek ingin menyampaikan pesan mengenai pentingnya keberanian untuk memulai sebuah mimpi.

“Menurut saya, setiap mimpi yang baik perlu dimulai dari satu langkah kecil. Kita tidak harus menunggu semuanya sempurna untuk mulai melangkah. Yang terpenting adalah memiliki keberanian untuk memulai dan menjaga komitmen agar apa yang kita impikan bisa diwujudkan,” ungkap Wiwiek.

Baginya, sebuah gagasan tidak selalu harus diwujudkan melalui langkah besar. Keinginan sederhana, pengalaman yang membekas, dan keputusan untuk mulai mengerjakannya dapat menjadi awal dari sebuah karya yang bermakna.

Dalam proses menyelesaikan buku ini, Wiwiek juga menghadapi tantangan berupa kondisi dan situasi internal yang berubah dengan cepat. Dinamika tersebut menguji komitmennya untuk menuntaskan penulisan, sekaligus menjadi pengingat bahwa inspirasi perlu disertai konsistensi agar sebuah gagasan dapat diwujudkan.

Nilai tersebut selaras dengan kisah yang diangkat dalam buku ini: membangun sesuatu yang bermakna membutuhkan keberanian untuk memulai sekaligus keteguhan untuk terus melangkah ketika keadaan berubah.

Berharap SBS Dikenal sebagai Destinasi Wisata Budaya

Melalui penerbitan buku ini, Wiwiek berharap semakin banyak masyarakat mengenal Sampan Bujana Sentra dan memahami pentingnya keberadaan ruang yang mendukung pelestarian seni serta budaya Indonesia.

“Harapan saya, buku ini dapat menarik minat banyak orang untuk membeli dan membacanya, serta mendapatkan manfaat dari cerita yang disampaikan. Saya juga berharap melalui buku ini, semakin banyak masyarakat yang mengenal Sampan Bujana Sentra,” ungkap Wiwiek.

Ia juga berharap SBS dapat berkembang sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman lebih dari sekadar kunjungan. Perpaduan seni pertunjukan dan kuliner tradisional diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin mengenal kekayaan budaya Nusantara.

“Saya ingin masyarakat mengetahui bahwa tempat seperti Sampan Bujana Sentra perlu ada untuk memperkenalkan dan melestarikan seni serta budaya Indonesia. Saya juga berharap SBS dapat dikenal sebagai destinasi wisata sekaligus tempat bagi para pelaku seni untuk berkarya dan membangun karier,” tambahnya.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id