Ragam . 28/10/2026, 11:52 WIB
fin.co.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memperkuat kolaborasi untuk mempersiapkan ekosistem digital nasional menghadapi perkembangan komputasi kuantum melalui inisiatif strategis Quantum-Safe Indonesia.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Telkom dan BSSN serta antara Telkom dan Peruri dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026, di Jakarta (28/10).
Kolaborasi ini diarahkan untuk menjajaki pengembangan kapabilitas teknologi, kriptografi, dan keamanan siber guna mengantisipasi risiko terhadap sistem enkripsi yang digunakan saat ini ketika kemampuan komputasi kuantum semakin berkembang.
Kedua kesepakatan menjadi landasan bagi para pihak untuk menjajaki pengembangan solusi dan kapabilitas yang dibutuhkan dalam menghadapi era Post-Quantum Cryptography (PQC), termasuk peningkatan kesiapan organisasi dalam mengidentifikasi aset kriptografi, menilai risiko, dan merencanakan migrasi secara bertahap.
DTIIF 2026 merupakan forum unggulan Danantara Indonesia yang mempertemukan institusi pemerintah, BUMN, pemimpin teknologi global, investor, lembaga riset, dan mitra strategis.
Forum ini mendorong pemanfaatan teknologi agar dapat diterjemahkan menjadi aplikasi industri, kolaborasi, penerapan, serta peluang investasi yang lebih konkret.
Perkembangan komputasi kuantum membuka peluang bagi inovasi teknologi, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi keamanan digital.
Ketika komputer kuantum mencapai tingkat kemampuan tertentu, sejumlah algoritma kriptografi yang saat ini digunakan untuk melindungi data dan layanan digital berpotensi menjadi rentan.
Karena itu, persiapan menuju era pasca-kuantum perlu dimulai sejak dini, tidak hanya melalui pengembangan algoritma baru, tetapi juga dengan memahami aset kriptografi yang digunakan, mengukur tingkat risiko, serta menyusun tahapan migrasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing organisasi.
Dalam konteks tersebut, kerangka migrasi PQC yang dikembangkan BSSN mencakup tahapan persiapan, inventarisasi aset kriptografi dan penilaian risiko kuantum, perencanaan migrasi, implementasi, penguatan cryptographic agility, hingga pemantauan dan evaluasi.
Kerangka ini dapat menjadi acuan bagi organisasi di Indonesia untuk memulai transisi secara terstruktur dan terukur, sekaligus memastikan proses penyesuaian tetap memperhatikan kebutuhan operasional dan standar keamanan yang berlaku.
Melalui Quantum-Safe Indonesia, para pihak akan menjajaki sejumlah area pengembangan, antara lain crypto-asset discovery dan inventarisasi aset kriptografi, PQC readiness assessment, pengembangan perangkat bantu asesmen dan migrasi, penguatan cryptographic agility, peningkatan kompetensi, serta pemanfaatan kapabilitas digital trust dan keamanan siber.
Upaya ini diharapkan dapat membantu organisasi memahami kondisi sistem yang dimiliki dan menyiapkan langkah mitigasi berdasarkan tingkat kesiapan serta risiko yang dihadapi.
Dalam kolaborasi ini, BSSN berperan melalui kerangka, metodologi, standar, dan tata kelola keamanan siber serta kriptografi. Telkom akan mendukung pengembangan teknologi dan integrasi kapabilitas, termasuk penjajakan perangkat bantu untuk identifikasi aset kriptografi dan asesmen kesiapan.
Sementara itu, Peruri membawa kapabilitas di bidang digital trust, identitas digital, keamanan siber, serta teknologi terkait PQC. Ruang lingkup dalam rancangan MoU Telkom–Peruri turut mencakup pengembangan use case digital, peningkatan kapabilitas, dan pertukaran pengetahuan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id