Ragam . 24/10/2026, 07:49 WIB
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan swasembada pangan merupakan bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan dan keselamatan bangsa. Pemerintah terus memperkuat pengelolaan kekayaan nasional agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia, sekaligus memastikan kebutuhan pangan dapat dipenuhi melalui kemampuan produksi dalam negeri.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna bertema “2 Tahun Pertama Pemerintahan: Kerja Nyata untuk Negeri” , Rabu (21/10). Presiden mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tetap berpegang pada tujuan utama pembangunan nasional, yakni memastikan kekayaan bangsa dikelola untuk kepentingan Indonesia.
“Saudara-saudara, apa yang kita lakukan ini untuk keselamatan kita. Swasembada pangan, Danantara, ekspor satu pintu, begitu banyak keberhasilan kita,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menegaskan pemerintah harus terus menjaga arah kebijakan agar kekayaan nasional benar-benar berada di tangan bangsa Indonesia. Menurutnya, berbagai kebijakan strategis yang dijalankan pemerintah merupakan bagian dari upaya mengamankan kepentingan nasional dan menutup kebocoran yang selama ini merugikan negara.
Presiden juga menyampaikan rencana penerapan mekanisme ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), yang diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap arus ekspor nasional dan mengurangi potensi kebocoran penerimaan negara.
Swasembada menjadi salah satu agenda strategis untuk memperkuat kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri. Ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan menjadi bagian penting dari ketahanan nasional, terutama dalam menghadapi ketidakpastian global.
Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah tidak merasa rendah diri terhadap kemampuan bangsa sendiri. Ia menegaskan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan berbagai agenda pembangunan strategis.
“Jadi saya minta jangan kita minder lagi. Jangan kita, we are on the right track,” tegas Presiden.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus memperkuat produksi pangan nasional melalui peningkatan produktivitas, optimalisasi lahan, modernisasi pertanian, serta kebijakan yang berpihak kepada petani.
Upaya tersebut mencakup peningkatan produksi padi dan jagung, penguatan sarana produksi, perluasan areal tanam, serta pengembangan lahan potensial untuk mendukung ketersediaan pangan dalam jangka panjang.
Dalam sidang kabinet yang sama, Mentan Amran melaporkan bahwa ekspor meningkat Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun. Ia menyebut capaian tersebut menghasilkan nilai tambah sekitar Rp208 triliun bagi sektor pertanian, yang turut didukung kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen dan peningkatan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah.
“Totalnya Rp208 triliun itu nilai tambah yang didapatkan petani karena harga pupuk turun 20 persen, HPP dinaikkan oleh Bapak Presiden,” kata Mentan Amran.
Pemerintah juga menyiapkan pengembangan dua juta hektare lahan rawa mineral untuk memperkuat kapasitas produksi pangan nasional. Pada tahap awal, pemerintah bersama TNI dan Kementerian Pertahanan berkoordinasi untuk menentukan pengembangan lahan seluas 500 ribu hektare.
“Dua juta hektare kami sudah siapkan petanya untuk mencukupi pangan kita untuk penduduk 500 juta orang ke depan,” ujar Mentan Amran
Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi berbagai komoditas pangan strategis tanpa membuka hutan primer, sebagaimana ditegaskan Presiden dalam sidang kabinet.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id