Nasional . 24/10/2026, 08:47 WIB
fin.co.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, telah merenggut nyawa enam orang. Korban terbaru adalah Suraji, yang meninggal dunia pada Jumat, 23 Oktober 2026, setelah menjalani perawatan akibat luka bakar yang dideritanya saat membantu memadamkan api.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan Suraji merupakan DW Sekuriti Artotel PT Mitra Indo Permai yang sebelumnya mendapatkan perawatan intensif setelah terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Bromo.
"Bapak Suraji, DW Sekuriti Artotel PT Mitra Indo Permai yang selama ini menjalani perawatan intensif setelah terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Bromo, telah berpulang pada hari ini, sekitar pukul 12.00 WIB," kata Rudijanta.
Suraji mengalami luka saat berusaha memadamkan api di Resort Tengger Laut Pasir, Seksi PTN Wilayah L, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo. Kepergiannya menambah jumlah korban jiwa dalam kebakaran yang melanda kawasan konservasi tersebut sejak 15 Oktober 2026.
Sebelumnya, lima orang juga meninggal dunia ketika berupaya memadamkan api di titik Pusung Lingker, Probolinggo. Mereka terdiri dari dua petugas BB TNBTS, yakni Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyanata (33); dua karyawan hotel, Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19); serta Munawi (44), anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP).
Korban jiwa akibat karhutla tidak hanya terjadi di kawasan Bromo. Di Samarinda, Kalimantan Timur, seorang pria berinisial LJ (60) meninggal dunia setelah mengalami luka bakar saat kebakaran melanda area perkebunan di Jalan Anggur, Kelurahan Sidodadi, pada 13 Oktober 2026.
Saat kejadian, LJ bersama warga lainnya berupaya memadamkan api secara mandiri untuk mencegah kebakaran meluas hingga ke permukiman. Namun, upaya tersebut berakhir tragis setelah korban mengalami luka serius.
"Hasil pemeriksaan awal tim medis mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia akibat mengalami luka bakar serius serta paparan hawa panas," kata Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi Jafar seperti dilansir dari Antara.
Peristiwa serupa juga menimpa Ketua Tim Serbu Api Kecamatan (TSAK) Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Akhmad Rizani. Dilansir dari Detik, pria berusia 53 tahun itu meninggal dunia pada 27 Agustus setelah berupaya memadamkan kebakaran lahan di Jalan Rungan, kawasan belakang Kantor Kecamatan Jekan Raya.
Akhmad ditemukan dalam kondisi duduk meringkuk menahan sakit setelah berjibaku memadamkan api. Kasus tersebut menambah daftar petugas dan relawan yang kehilangan nyawa saat berusaha mengendalikan kebakaran lahan.
Dampak karhutla juga mengancam kelompok rentan, termasuk anak-anak. BBC melaporkan sedikitnya tiga anak di Kalimantan meninggal dunia akibat kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan. Rentetan kejadian ini menunjukkan bahwa karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membawa risiko serius bagi keselamatan petugas, warga, dan masyarakat di wilayah terdampak. *
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id