Catatan Dahlan Iskan . 22/10/2026, 05:33 WIB
Persoalannya bukan hanya mengapa kera bisa sampai di situ. Yang lebih penting: mengapa sistem pengaman otomatisnya tidak berfungsi.
Setiap GI dilengkapi CB –circuit breaker. Di rumah Anda CB itu biasa Anda sebut dengan nama sekring. Bentuknya tidak sama tapi fungsinya serupa. Di gardu induk ada CB di lapisan pertama, ada beberapa CB di lapisan kedua.
Seharusnya begitu si kera mengenai jaringan –dan korslet– CB lapisan pertama itu ''jatuh''. Maka terputuslah hubungan antara jaringan yang terkena kera dengan keseluruhan jaringan di GI. Aman. Tidak merembet ke mana-mana. Hanya yang terganggu itu yang putus.
Ternyata sekring pertama itu tidak ''jatuh''. Mengapa tidak ''jatuh'' tidak bisa dijawab sekarang. Harus diteliti tim ahli sistem kelistrikan. Bisa. Ada recording-nya. Lengkap. Bisa dianalisis dari recording system di GI.
Akibat sekring pertama tidak "jatuh" maka gangguan diteruskan ke sistem berikutnya. Maka sekring-sekring di lapisan pengaman kedua "berjatuhan". Putuslah semua jaringan. Keseimbangan sistem pun terganggu. Tegangan pun mendadak berubah –"menghantam" pembangkit listrik di tempat yang jauh sana: mati!
Ada setidaknya delapan GI 150 kV tersebar di seluruh pulau Batam. Salah satunya yang dimasuki kera itu.
Saya pernah dapat pelajaran listrik bagi pemula, termasuk bagaimana cara menuliskan kV –huruf V-nya harus huruf besar untuk menghormati Pak Volt: fisikawan Italia, Alessandro Volta, si penemu baterai listrik. Pun kalau menulis kWh --hurur W-nya harus huruf besar untuk menghormati Pak James Watt yang Anda sudah tahu siapa beliau.
Sekitar 17 tahun lalu, yang mengajari saya dasar-dasar kelistrikan itu seorang engineer muda yang sangat pintar. Kelak di pertengahan Oktober 2026 anak muda itu menjadi orang terpenting di PLN.
Di Batam ada dua pembangkit listrik: tenaga gas dan tenaga batu bara. Lokasinya berjauhan. Satu di Tanjung Uncang, satunya di Nongsa. Tenaga gasnya sangat besar: 220 mW. Tenaga batu baranya 2x50 mW –sedang ditambah dengan 2x100 mW.
Bahwa listrik di pulau Bintan juga ikut padam itu karena dua pulau itu sudah berada dalam satu sistem –lewat jaringan kabel listrik bawah laut.
Saya belum pernah mendengar ada mati lampu yang sampai menjadi perkara pidana. Mungkin karena mati lampu yang di Batam ini telah membuat kemarahan yang hebat.
Pernah terjadi mati lampu hampir se-Jawa tapi tidak sampai jadi perkara pidana. Mungkin karena calon tersangkanya adalah sebatang pohon. Yakni pohon besar di dekat transmisi yang di tengah angin ribut mengenai jaringan 500kV trans Jawa. Pernah juga mati lampu akibat pasokan batu baranya terganggu. Juga tidak jadi perkara pidana –mungkin karena calon tersangkanya tidak punya lidah: batu bara.
Untung kera di Batam itu tewas. Kalau tidak ia pun bisa ikut jadi tersangka. (Dahlan Iskan)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id