Internasional . 12/10/2026, 13:47 WIB

Banjir Bandang Nepal Sapu Dua Desa, 5 Orang Dilaporkan Hilang

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

Bencana ini kembali menyoroti persoalan sistem peringatan dini di Nepal. Sejumlah warga mengaku telah menerima informasi mengenai ancaman banjir dari penduduk di kawasan hulu sungai sebelum peringatan resmi pemerintah masuk ke ponsel mereka.

Salah seorang warga, Suna Gurung, mengatakan dirinya terbangun sekitar pukul 04.45 waktu setempat setelah menerima telepon dari seseorang di desa yang berada di dekat sungai bagian hulu. Orang tersebut memperingatkan bahwa sungai telah meluap dan meminta warga segera menyelamatkan diri.

Dalam keterangannya kepada The Kathmandu Post, Gurung mengatakan air sungai meningkat drastis hanya dalam waktu sekitar sepuluh menit. Warga kemudian membangunkan penduduk lain dan melarikan diri ke kawasan hutan.

Peringatan melalui pesan singkat dari pemerintah baru diterima setelah mereka berada di tempat perlindungan selama lebih dari satu jam.

Otoritas Nepal mengakui adanya keterlambatan pengiriman peringatan. Pesan kepada penduduk di wilayah yang lebih tinggi dikirim hampir dua jam setelah banjir mulai terjadi, sedangkan peringatan untuk kawasan yang lebih rendah baru dikirim hampir lima jam kemudian.

Keterlambatan tersebut menunjukkan pentingnya sistem peringatan yang dapat menjangkau masyarakat secara cepat, terutama mereka yang tinggal di daerah pedesaan dan dekat aliran sungai.

Dalam bencana banjir bandang, selisih waktu beberapa menit dapat menentukan kesempatan warga untuk menyelamatkan diri. Informasi dari masyarakat setempat dan jaringan komunikasi informal menjadi sangat penting ketika peringatan resmi belum diterima.

Penyebab Banjir Bandang Nepal Masih Diselidiki

Penyebab pasti banjir bandang di Sungai Budhi Gandaki belum dapat dipastikan. Salah satu dugaan menyebutkan bahwa tanah longsor telah menyumbat aliran sungai di bagian hulu. Ketika bendungan alami tersebut jebol, air yang tertahan dapat mengalir deras ke wilayah di bawahnya.

Kemungkinan lain yang sedang diperhatikan adalah runtuhan gletser atau material batuan dan es dari kawasan pegunungan. Namun, kondisi awan tebal menyulitkan pengamatan melalui citra satelit sehingga penyebabnya belum dapat dikonfirmasi.

Sungai Budhi Gandaki merupakan anak Sungai Trishuli. Wilayah di sekitar aliran sungai tersebut berada dalam lingkungan pegunungan Himalaya yang memiliki risiko bencana alam tinggi.

Di kawasan pegunungan, longsor dapat menghalangi aliran sungai dan membentuk bendungan alami. Air yang terkumpul di belakang material longsoran berpotensi menciptakan banjir mendadak ketika penghalang tersebut runtuh. Fenomena ini dikenal sebagai banjir akibat jebolnya bendungan alami.

Banjir bandang juga dapat terjadi akibat runtuhan material dari lereng, pencairan es, atau kombinasi beberapa faktor. Karena itu, hujan lebat bukan satu-satunya pemicu yang perlu diperhatikan dalam menilai risiko banjir di daerah pegunungan.

Perubahan Iklim Menambah Risiko Bencana di Himalaya

Nepal merupakan salah satu negara yang rentan terhadap banjir, tanah longsor, dan longsoran salju karena kondisi geografisnya. Pegunungan Himalaya memiliki lereng curam, sungai dengan aliran deras, serta gletser yang sensitif terhadap perubahan suhu.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id