Ragam . 12/10/2026, 10:30 WIB
Ditulis oleh : Arief Poyuono
Komisaris Pelindo
Besarnya kesenjangan investasi infrastruktur di Indonesia memunculkan pertanyaan mengenai di mana dan bagaimana pemerintah dapat memperoleh pendanaan tambahan untuk mewujudkan infrastruktur berkelanjutan dalam skala yang dibutuhkan untuk mengentaskan kemiskinan . Mobilisasi pendanaan dari Dannatara melalui BUMN sangat penting untuk mengatasi kesenjangan infrastruktur tersebut, khususnya di Indonesia
Danantara yakni dana investasi berskala besar milik negara yang dapat memainkan peran krusial dalam memberikan insentif serta membuka akses terhadap pendanaan, baik domestik maupun internasional, guna memungkinkan investasi infrastruktur yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia
Langkah-langkah berikut akan memperkuat peran Dananatra dan insentif kebijakan publik dalam memobilisasi investasi BUMN untuk mendukung strategi infrastruktur nasional. Dengan pembentukan Mekanisme Koordinasi Strategi Nasional (NSCM), yang tidak hanya akan memberikan panduan terkait koordinasi tata kelola antar-entitas nasional, tetapi juga meningkatkan kepastian jangka Panjang melampaui sekadar proyek maupun investasi saja
Tantangan Bagi Danantara
Infrastruktur seperti sistem transportasi, struktur dan jaringan pembangkit energi, fasilitas air dan sanitasi, serta layanan telekomunikasi merupakan komponen krusial dalam pembangunan sosial-ekonomi sekaligus menjadi landasan bagi aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
Kurangnya investasi berarti hilangnya peluang untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif bagi masa depan generasi mendatang . Dalam jangka panjang, investasi infrastruktur diperkirakan memiliki tingkat pengembalian sosial-ekonomi sebesar 20 persen artinya, setiap satu dolar yang diinvestasikan dapat meningkatkan PDB sebesar 20 sen dollar AS atau bahkan lebih tinggi lagi di negara-negara dengan kebutuhan infrastruktur yang lebih besar ,Besaran nilai belanja negara dari APBN bukanlah satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan; kualitas investasi juga sangat menentukan dalam mewujudkan manfaat jangka panjang yang diharapkan. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur dapat efektif dalam mengurangi kemiskinan
Melalui analisis berbagai skenario, laporan terbaru Bank Dunia menemukan bahwa pembangunan infrastruktur baru dapat menelan biaya antara 2 hingga 8 persen dari PDB per tahun bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah hingga tahun 2030, tergantung pada kualitas dan kuantitas layanan yang ditargetkan serta efisiensi belanja yang dicapai dalam mewujudkan tujuan tersebut (Rozenberg dan Fay 2019).
Berbagai sumber pendanaan publik dan swasta akan diperlukan untuk mewujudkan infrastruktur tersebut. Secara khusus, investasi modal minimal diperlukan untuk layanan dasar seperti listrik, transportasi, air dan sanitasi, irigasi, serta perlindungan banjir,. Pengeluaran yang lebih besar diperlukan agar negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dapat mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait infrastruktur . Untuk mencapainya, tujuan-tujuan ini memerlukan dukungan berupa kebijakan yang tepat sasaran dan strategi nasional.
Negara-negara dengan tingkat pembangunan dan kematangan finansial yang berbeda menghadapi tantangan pembiayaan infrastruktur yang juga berbeda. Negara-negara berpenghasilan tinggi memiliki opsi pembiayaan melalui utang maupun ekuitas. Proyek infrastruktur seperti produksi dan distribusi energi terbarukan, jaringan air, serta perbaikan bangunan dapat menghasilkan arus pendapatan dari konsumen yang penting untuk mendorong minat investor swasta dalam membeli ekuitas sebagai investasi jangka panjang. Sebaliknya, banyak negara ekonomi berpenghasilan menengah ke bawah justru menghadapi masalah kekurangan modal swasta.
Akibat tingkat pendapatan yang rendah, imbal hasil per kapita dari biaya layanan pengguna dianggap terlalu kecil untuk memberikan pengembalian investasi yang memadai, ditambah lagi dengan tingginya persepsi risiko. Tantangan besar bagi banyak negara berkembang seperti Indonesia adalah dangkalnya pasar utang dan minimnya peringkat kredit hal yang menyulitkan akses pendanaan dari pasar modal melalui penerbitan obligasi infrastruktur atau obligasi proyek
Danantara dapat berperan penting dalam menarik masuk pendanaan swasta internasional dan nasional untuk melengkapi sumber pendanaan tingkat nasional maupun daerah. dengan tujuan berkontribusi pada pembangunan infrastruktur nasional. Tujuan utamanya adalah menjadi mitra kelembagaan yang kredibel untuk memobilisasi aliran masuk modal investasi asing yang baru. Dana-dana yang baru dibentuk, dengan mandat investasi pembangunan atau strategis, mencakup dana yang dirancang untuk memacu investasi asing langsung ke sektor-sektor strategis dalam perekonomian domestik
Danantara dengan mandat Pembangunan infrastruktur
Pembentukan Danantara di Indonesia melalui pendayagunaan BUMN mirip seperti Temasek Singapura , mencerminkan perubahan mendasar dalam lanskap ekonomi nasional . dimana dibanyak diberbagai negara Dana Kekayaan Negara dibentuk untuk mendaur ulang kelebihan cadangan dari pendapatan minyak dan gas guna memitigasi dampak eksternal negatif terkait, seperti volatilitas pendapatan fiskal, Dutch disease (penyakit Belanda), atau guncangan pasokan modal
Negara-negara yang memiliki surplus atau cadangan melebihi kebutuhan stabilisasi sering kali membentuk dana tambahan dengan mandat penyimpanan kekayaan .Sebagai contoh, Kuwait Investment Authority dan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) merupakan SWF dengan mandat untuk membagikan kekayaan lintas generasi. Sama halnya dengan negara pengekspor komoditas, negara-negara dengan surplus perdagangan yang berkelanjutan terutama di Asia mempercepat akumulasi cadangan devisa dan berinvestasi pada beragam kelas aset di pasar global. Perusahaan investasi cadangan seperti Korea Investment Corporation dan Government of Singapore Investment Corporation (GIC) milik Singapura bertujuan memperoleh imbal hasil lebih tinggi atas kelebihan cadangan tersebut
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id