Catatan Dahlan Iskan

Komunikasi Xi

Oleh: Dahlan Iskan

Komunikasi Xi

Si wanita bernama Mrs Yi. Belakangan Mrs Yi menjadi pahlawan di Tiongkok. Namanyi jadi buah bibir di negara itu: sebagai pahlawan lingkungan. Penghargaan tinggi diberikan kepadanyi.

Berkat ketekunannyi berpuluh tahun gurun tandus seluas 400.000 km menjadi ijo royo-royo.

Ketika Yi menerima penghargaan dari negara dia ingat jasa guru Amerika itu. Guru itulah yang memberinyi uang sebagai modal awal pengabdiannyi. Dia ingin mengucapkan terima kasih kepadanya tapi nomor kontaknya sudah hilang. Sudah 27 tahun berlalu. Si guru sendiri sudah tua. Sudah pensiun.

Akhirnya medsos menyambungkan hubungan itu. Si wanita mengundang Pak Guru untuk datang ke Tiongkok. Untuk melihat sendiri bagaimana gurun yang kerontang itu kini sudah menjadi hutan.

Akhirnya keduanya bertemu di pedalaman Monggolia. Sudah sama-sama tua. Mereka berpelukan lama. Jadi foto human interest yang beredar luas.

Si Guru tetap merendah. Ia mengatakan uang yang pernah diberikan tidaklah seberapa. Hanya USD5.000. Itu pun bukan uangnya sendiri. Ia kumpulkan dari teman-temannya di Amerika. "Wanita sendiri itulah yang sebenar-benarnya pahlawan," katanya.

Waktu itu Sakolsky melihat siaran di TVRI-nya Tiongkok: seorang wanita sedang berusaha menanam pohon di gurun di kampungnyi. Wanita itu terlihat seperti sebutir pasir di lautan gurun.

Sang guru tersentuh. Cari uang. Diserahkan ke wanita itu. Mrs Yi menggunakan uang itu sepenuhnya untuk membeli bibit pohon. Dapat 50.000 pohon. Tiongkok waktu itu masih sangat miskin.

Tentu Presiden Xi tidak bercerita begitu detail di depan Trump. Tapi setelah Xi berpidato harusnya Trump minta anak buahnya mencari cerita detailnya di Disway hari ini. Pemerintah Trump boleh memusuhi Tiongkok tapi hubungan rakyat ke rakyat terus berjalan sesuai dengan prinsip kemanusiaan universal.

Bandingkan dengan pidato Trump di acara yang sama. Trump lebih menonjolkan kehebatan dirinya dibanding presiden-presiden Amerika sebelumnya. Trump lebih banyak menonjolkan ''saya''. Xi menonjolkan ''kita''.

Yang jelas kunjungan Xi ke Amerika kali ini sekaligus mendemonstrasikan cara dan kemampuan berkomunikasi. Model komunikasi menunjukkan kelas serta tinggi rendahnya budaya pribadi-pribadi yang melakukannya.

Ada komunikasi gaya Rambo, ada pula gaya Panda. Gaya tinju dan gaya taichi. (Dahlan Iskan)

Berita Terkait

Kikin
Catatan Dahlan Iskan

Kikin

1 hari lalu