Catatan Dahlan Iskan

Debat Muktamar

Inilah orang yang paling dicari –dan mungkin dimaki-maki– oleh mereka yang terpilih sebagai pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang baru: Gus Lilur. Nama lengkapnya Gus Haji Raden Muhammad Khalilur Abdullah Sahlawiy.

Debat Muktamar
Gus Lilur saat menghadiri Muktamar NU beberapa waktu lalu.--

Oleh: Dahlan Iskan

Inilah orang yang paling dicari –dan mungkin dimaki-maki– oleh mereka yang terpilih sebagai pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang baru: Gus Lilur. Nama lengkapnya Gus Haji Raden Muhammad Khalilur Abdullah Sahlawiy.

Gus Lilur viral. Wawancaranya di berbagai video beredar luas: bagaimana uang bermiliar-miliar beredar di Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang akhir bulan lalu.

Banyak yang memberi tahu saya bahwa ia itu sebenarnya bukan warga NU –apalagi kader. Ada juga yang menilai ia itu orang yang sakit hati karena ingin mengelola tambang batu bara NU.

Saya pun penasaran: siapa Gus Lilur sebenarnya. Mengapa ia sampai hati mengungkapkan aib sebesar itu –tanpa menunggu fakta hukum. Mengapa ia, di setiap tampilan video selalu pakai kopiah hitam –seperti umumnya orang NU.

Lalu saya hubungi Gus Lilur, Kamis malam kemarin dulu.

"Gus, apakah kita pernah bertemu?"

"Lho kan sudah sering," katanya.

Saya pun malu. Bisa dikira suka melupakan orang. Saya buru-buru minta maaf kalau saya lupa kapan pertemuan itu.

"Tapi saya pernah kecewa sama sampeyan...," katanya.

Aduh! Kenapa ya kecewa? Kok saya juga lupa. Sekali lagi saya minta maaf.

"Kapan kita terakhir bertemu, Gus," tanya saya.

"Pokoknya sering. Saya kan pernah jadi penyewa ruangan di Graha Pena. Saya berkantor di situ bersama Pak Fathorrasjid almarhum," katanya. Fathorrasjid adalah tokoh NU dan PKB yang pernah jadi ketua DPRD Jatim. Fathor masuk penjara karena tuduhan korupsi dana APBD yang untuk seluruh anggota DPRD itu. Dianggap tidak sah. Banyak sekali anggota DPRD yang juga jadi tersangka saat itu.

"Kenapa Gus kecewa dengan saya?"

"Waktu saya ajak salaman sampeyan tidak mau," katanya.

Berita Terkait