Catatan Dahlan Iskan

Debat Muktamar

Inilah orang yang paling dicari –dan mungkin dimaki-maki– oleh mereka yang terpilih sebagai pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang baru: Gus Lilur. Nama lengkapnya Gus Haji Raden Muhammad Khalilur Abdullah Sahlawiy.

Debat Muktamar
Gus Lilur saat menghadiri Muktamar NU beberapa waktu lalu.--

"Benar. Buya sendiri yang menelepon saya," katanya.

Gus Lilur memang memanggil Kiai Aqil Siroj dengan panggilan Buya.

"Benar dikembalikan?"

"Saya tunggu di KPK sampai jam 12.00. Tidak jadi," katanya.

"Kenapa?"

"Buya berubah pikiran. Uang itu akan dikembalikan langsung ke Gus Ipul. Sampai sore belum bertemu Gus Ipul".

Gus Lilur diberi tahu Buya: penyerahan kembali uang itu akan dilakukan stafnya. Buya minta agar ada tanda terima pengembalian dan ada bukti foto penyerahan. "Kalau tidak bersedia memberi tanda terima dan tidak bersedia difoto baru akan diserahkan ke KPK," katanya.

Menurut Gus Lilur, Buya Said Aqil Siroj dan dua kiai utama lainnya agak berbeda soal penerimaan uang itu. "Buya dan dua kiai lainnya menerima uang setelah proses pemilihan berlangsung. Bukan sebelumnya," ujarnya. Dua yang dimaksud adalah Kiai Anwar Manshur dan Kiai Nurul Huda.

Gus Lilur kini berumur 49 tahun.

"Punya anak berapa Gus?"

"Saya malu kalau bercerita tentang keluarga," katanya.

"Maafkan saya Gus," kata saya.

"Gak apa-apa ..."

"Kenapa malu Gus?"

"Istri saya empat. Satu di Situbondo, yang istri keempat di Shenzhen," katanya. "Santri itu bodoh kalau berzina. Maka istri saya empat," katanya.

Berita Terkait