Catatan Dahlan Iskan

Debat Muktamar

Inilah orang yang paling dicari –dan mungkin dimaki-maki– oleh mereka yang terpilih sebagai pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang baru: Gus Lilur. Nama lengkapnya Gus Haji Raden Muhammad Khalilur Abdullah Sahlawiy.

Debat Muktamar
Gus Lilur saat menghadiri Muktamar NU beberapa waktu lalu.--

Bahkan ia bercerita, sebenarnya sudah akan jadi pemilik tambang batu bara terbesar di Indonesia. "Sayang izinnya dicabut," katanya.

"Kenapa dicabut?"

"Karena terkait uangnya Nazaruddin, bendahara Partai Demokrat yang ditangkap KPK. Tambang disita".

"Tambangnya di mana?"

"Di Kutai Timur. Sekarang jadi milik Adaro," katanya.

"Kok Anda meragukan keilmuan banyak tokoh sampai berani menantang Kiai Miftachul Akhyar, Gus Kikin, Gus Nusron Wahid, Gus Ipul untuk membaca kitab kuning dan menulis kitab di depan forum muktamar? Emangnya Anda sendiri bisa membaca kitab kuning?" Istilah kitab kuning adalah literatur yang ditulis dalam huruf Arab tanpa tanda baca. Hanya orang yang ilmu nahwu-sorof-nya tinggi yang mampu membacanya.

"Saya ini mondok di Denanyar, Jombang selama tiga tahun. Selama itu tiap hari membaca kitab kuning, hanya berbicara dalam bahasa Arab dan Inggris," katanya. "Waktu mau tamat sekolah saya membuat karya tulis dalam bahasa Arab tanpa harakat (tanda baca) setebal 150 halaman," katanya. Kalau ia menantang menulis buku di depan muktamar itu agar pesertanya tidak bisa dibantu menuliskannya.

Buku yang ia tulis saat masih siswa aliyah itu berjudul Alhayatul Fadloiyah 'indal Quran wa attahliiLiL 'ishriy: kehidupan luar angkasa menurut Alquran dan penelitian modern.

Gus Lilur lahir di Situbondo. SD dan SMP di sana. Lalu masuk madrasah aliyah unggulan yang disebut MAPK –Madrasah Aliyah Program Khusus. Hanya ada dua di Indonesia: di Jombang dan di Solo. Itu sejenis Taruna Nusantaranya madrasah. Setelah sukses pernah dikembangkan ke beberapa aliyah –tidak termasuk aliyah tempat saya sekolah. Entah kenapa program itu dihapus.

Saat masih remaja itu Gus Lilur sudah mendirikan gerakan amar makruf nahi munkar –mengajak ke kebaikan dan mencegah kemungkaran. Nama gerakannya: PAMANGKAR --Pejuang Amar Makruf Nahi Mungkar.

Apa yang ia lakukan sekarang, katanya, itu konsisten dengan apa yang ia lakukan sejak remaja.

Ketika saya hendak bertanya soal lain lagi Gus Lilur memberi info terbaru. "Tadi siang saya ke KPK. Saya temui pejabat di sana," katanya.

"Untuk apa?"

"Agar KPK menyiapkan diri untuk menerima uang pengembalian dari Buya Aqil Siroj yakni uang yang diterima saat Muktamar," katanya.

"Yang benar saja," kata saya.

Berita Terkait