Internasional . 13/09/2026, 12:24 WIB
Perjalanan ketiga anggota keluarga tersebut bukan sekadar aktivitas memancing biasa.
Kulowiyi mengatakan kedua putranya tumbuh dengan tradisi menyediakan makanan bagi keluarga dan masyarakat di sekitar tempat tinggal mereka.
Mereka tinggal di Savoonga, sebuah desa berpenduduk sekitar 800 orang di St Lawrence Island, lepas pantai Alaska. Wilayah tersebut terutama dihuni masyarakat Siberian Yupik.
Menurut Kulowiyi, anak-anaknya memancing untuk menyediakan makanan bagi masyarakat yang tidak selalu memiliki akses mudah terhadap daging di toko setempat.
"Anak-anak saya dilahirkan dan dibesarkan untuk menjadi penyedia. Tradisi yang diwariskan," tulis Kulowiyi di Facebook.
"Kami berburu dan menyediakan makanan bagi keluarga serta berbagi dengan masyarakat," lanjutnya.
Tradisi berburu dan menangkap ikan memiliki posisi penting dalam kehidupan sejumlah masyarakat Alaska, khususnya komunitas yang tinggal di wilayah terpencil dengan akses logistik terbatas.
Karena itu, kehilangan dua anggota keluarga dalam perjalanan tersebut juga menjadi pukulan bagi komunitas mereka.
Setelah menjalani penyelamatan dramatis di Laut Bering, Derek dilaporkan telah kembali ke rumah dan sedang menjalani pemulihan.
Ibunya menyebut putranya sebagai "survivor" dan mengatakan kisah bagaimana ia bertahan merupakan sesuatu yang luar biasa.
Menurut sang ibu, Derek mengatakan dirinya tidak merasa takut selama berada sendirian di laut.
Ia disebut terus berdoa selama menunggu pertolongan.
Kisah tersebut berakhir dengan dua sisi yang sangat berbeda. Derek berhasil ditemukan hidup setelah bertahan dalam kondisi ekstrem, tetapi kakak dan sepupunya tidak berhasil diselamatkan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id