Internasional . 10/09/2026, 15:19 WIB
fin.co.id - Kebakaran melanda feri MV June Aster yang berlayar dari Manila menuju Coron, Palawan, Filipina. Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya lima orang meninggal dunia, sementara 86 orang lainnya masih dinyatakan hilang dalam operasi pencarian yang terus berlangsung.
Feri itu membawa total 134 orang, terdiri dari 117 penumpang dan 17 kru. Penjaga Pantai Filipina menyatakan 43 orang telah berhasil diselamatkan. Namun, jumlah korban dan orang hilang masih dapat berubah seiring proses verifikasi data penumpang serta pencarian di laut.
Kebakaran terjadi ketika kapal berada di perairan dekat Coron, salah satu kawasan wisata populer di Filipina yang dikenal dengan pantai, perairan jernih, dan lokasi penyelaman bangkai kapal Perang Dunia II.
Berdasarkan keterangan awal dari salah seorang penyintas, api diduga muncul dari ruang kargo kapal. Ruang tersebut merupakan bagian kapal yang digunakan untuk menyimpan barang bawaan atau muatan selama pelayaran.
Setelah terdengar suara ledakan, asap hitam pekat disebut segera memenuhi bagian kapal. Api kemudian menyebar dalam waktu singkat dan memicu kepanikan di antara penumpang.
Komodor Noemi Cayabyab dari Penjaga Pantai Filipina mengatakan informasi awal mengenai titik api masih akan diperiksa lebih lanjut. Otoritas setempat akan melakukan investigasi menyeluruh setelah kondisi kapal memungkinkan untuk diperiksa langsung.
Pihak pemilik kapal, Atienza Interisland Ferries, menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Perusahaan menyatakan bekerja sama dengan otoritas dalam operasi penyelamatan dan penyelidikan penyebab kebakaran.
Salah seorang penyintas, Roland Lerma, menceritakan situasi mencekam saat kebakaran terjadi. Pria berusia 30 tahun itu mengatakan dirinya dan penumpang lain mendengar dentuman sebelum asap gelap mulai keluar dari kapal.
Menurut Lerma, suasana di atas kapal menjadi kacau ketika api membesar. Sejumlah penumpang berteriak, menangis, dan berusaha mencapai sisi kapal untuk menyelamatkan diri. Dalam keadaan tersebut, ia sempat terjatuh dan terinjak penumpang lain yang juga berusaha melarikan diri.
Lerma akhirnya melompat ke laut dan menggunakan barang bawaannya untuk tetap mengapung. Ia mengaku berada di air selama sekitar dua jam sebelum tim penyelamat tiba. Ia juga melihat sejumlah anak melompat dari kapal ketika kepanikan berlangsung.
Penjaga Pantai Filipina menyebut sebagian penumpang tidak mengenakan jaket pelampung saat insiden terjadi. Temuan ini menjadi salah satu aspek penting yang akan diperiksa dalam investigasi keselamatan pelayaran.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id