Lifestyle . 06/09/2026, 12:19 WIB
Kondisi ini dapat menciptakan pola yang terus berulang. Seseorang yang takut ditolak mungkin memilih menarik diri dari lingkungan sosial. Sikap tersebut kemudian membuatnya lebih sulit membangun hubungan, sehingga perasaan tidak diterima semakin kuat.
Penelitian terhadap remaja juga menemukan bahwa perilaku yang berorientasi pada status dan terlihat dewasa sebelum waktunya dapat berhubungan dengan masalah jangka panjang. Risiko tersebut antara lain kesulitan mempertahankan hubungan, penyalahgunaan zat, dan perilaku melanggar hukum.
Namun, pengalaman penolakan tidak selalu berakhir buruk. Sebagian orang yang pernah dikucilkan justru menjadi lebih peka terhadap emosi orang lain. Mereka juga dapat memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap korban perundungan atau orang yang mengalami ketidakadilan.
Remaja tidak harus menjadi terkenal atau disukai semua orang agar memperoleh manfaat sosial. Penelitian menunjukkan bahwa memiliki satu atau dua sahabat dekat sudah dapat memberikan perlindungan psikologis.
Persahabatan yang berkualitas membantu remaja merasa diterima, membangun kepercayaan, dan belajar menyelesaikan konflik. Hubungan seperti ini juga dapat menjadi dasar bagi kemampuan membangun persahabatan dan hubungan romantis yang sehat ketika dewasa.
Oleh karena itu, jumlah teman bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sosial. Seseorang yang tidak populer tetapi memiliki beberapa hubungan dekat bisa mendapatkan manfaat lebih besar daripada remaja berstatus tinggi yang hubungan sosialnya dangkal.
Meskipun pengalaman SMA dapat membentuk cara seseorang melihat dunia, label yang diperoleh pada masa sekolah bukanlah hukuman seumur hidup. Pola sosial dan pemikiran masih dapat diperbarui melalui pengalaman baru, hubungan yang sehat, refleksi diri, serta bantuan profesional jika diperlukan.
Seseorang dapat mulai menilai kembali asumsi yang dibentuk pada masa remaja. Komentar yang ambigu tidak selalu bermaksud merendahkan. Penolakan dalam satu situasi juga tidak berarti bahwa dirinya akan selalu ditolak di tempat lain.
“Orang-orang benar-benar dapat mengubah keadaan. Masalahnya, kita tidak banyak membicarakan hal ini sehingga lebih mungkin mengulangi pola yang sama,” kata Prinstein.
Pemahaman tersebut penting karena lingkungan orang dewasa biasanya jauh lebih luas daripada lingkungan sekolah. Seseorang memiliki kesempatan memilih teman, pekerjaan, komunitas, dan hubungan yang lebih sesuai dengan nilai serta kepribadiannya.
Kenangan masa SMA sulit dilupakan karena muncul pada periode ketika identitas, kemampuan sosial, dan sistem emosional sedang berkembang pesat. Lingkungan sekolah yang intens, kebutuhan untuk diterima, serta kuatnya emosi membuat pengalaman tersebut tersimpan dalam memori jangka panjang.
Ilmu psikologi dan neurosains modern menunjukkan bahwa popularitas, penerimaan, penolakan, dan persahabatan pada masa remaja memang dapat memengaruhi kesehatan mental serta hubungan sosial ketika dewasa. Namun, pengaruh itu bukan sesuatu yang mutlak.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id