Lifestyle . 06/09/2026, 11:52 WIB
fin.co.id - Ketombe merupakan masalah kulit kepala yang ditandai dengan munculnya serpihan berwarna putih atau kekuningan. Kondisi ini juga dapat disertai rasa gatal, kulit berminyak, serta kemerahan. Meski umumnya tidak berbahaya, ketombe yang dibiarkan dapat menimbulkan iritasi dan mendorong seseorang terus menggaruk kulit kepala.
Ketombe sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan kebotakan. Namun, garukan yang dilakukan berulang kali dapat melukai kulit, merusak batang rambut, dan memperburuk peradangan di sekitar folikel. Akibatnya, rambut menjadi lebih mudah patah atau mengalami kerontokan sementara.
Oleh karena itu, cara mengatasi ketombe tidak cukup hanya dengan membersihkan serpihannya. Penyebab dan peradangan pada kulit kepala juga perlu dikendalikan agar keluhan tidak terus berulang.
Ketombe bukan selalu menandakan bahwa seseorang jarang mencuci rambut. Masalah ini dapat terjadi akibat interaksi antara produksi minyak kulit, kepekaan individu, pergantian sel kulit, dan pertumbuhan mikroorganisme alami.
Salah satu mikroorganisme yang sering dikaitkan dengan ketombe adalah jamur Malassezia. Jamur ini secara alami hidup pada permukaan kulit manusia dan menggunakan minyak kulit sebagai sumber nutrisi. Pada orang tertentu, aktivitas Malassezia dapat memicu peradangan dan mempercepat pelepasan sel kulit kepala.
Ketombe juga dapat menjadi bentuk ringan dermatitis seboroik. Pada kondisi yang lebih jelas, serpihan biasanya terlihat lebih tebal atau berminyak serta disertai kemerahan. Keluhan serupa bahkan dapat muncul di alis, sisi hidung, belakang telinga, janggut, dan bagian tubuh lain yang memiliki banyak kelenjar minyak.
Cuaca dingin dan kering, stres, kelelahan, perubahan musim, serta penggunaan produk rambut yang menyebabkan iritasi dapat memperburuk gejalanya. Sebaliknya, kulit kepala yang terlalu berminyak dan jarang dibersihkan juga memungkinkan minyak serta sel kulit mati menumpuk.
Langkah utama untuk mengatasi ketombe adalah menggunakan sampo dengan bahan aktif yang sesuai. Jangan hanya memperhatikan tulisan “antiketombe” pada kemasan, tetapi periksa bahan aktif yang tercantum di dalamnya.
Ketoconazole bekerja sebagai antijamur sehingga dapat membantu menekan pertumbuhan Malassezia. Selenium sulfide juga mengurangi aktivitas jamur dan memperlambat pengelupasan sel kulit. Zinc pyrithione memiliki efek antimikroba dan dapat membantu mengendalikan serpihan serta rasa gatal.
Sementara itu, salicylic acid bekerja dengan membantu melepaskan tumpukan sisik. Bahan ini cocok untuk ketombe yang tebal, tetapi dapat membuat rambut atau kulit kepala terasa lebih kering. Coal tar memperlambat pergantian sel kulit, meskipun dapat menimbulkan bau khas, meningkatkan kepekaan terhadap sinar matahari, atau memengaruhi warna rambut tertentu.
American Academy of Dermatology menyarankan pengguna mencoba bahan aktif lain atau memakai beberapa jenis sampo secara bergantian apabila satu produk tidak memberikan hasil yang memadai.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id