Ragam . 02/09/2026, 20:32 WIB
fin.co.id - Warga Pandeglang kini tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan layanan dasar pemerintah. Di satu lokasi, warga dapat memeriksakan kesehatan secara gratis, membeli kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, mengurus legalitas usaha, hingga menerima bantuan pendidikan dan sosial.
Pelayanan publik secara langsung tersebut dihadirkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, BUMD, dan berbagai perangkat daerah di Lapangan Dapur Leoz, Desa Tegal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Rabu (2/9/2026).
Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah turun langsung meninjau berbagai stan pelayanan. Keduanya melihat proses pelayanan sekaligus berdialog dengan masyarakat penerima manfaat.
Layanan yang dihadirkan meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG), Gerakan Pangan Murah, pelayanan Nomor Induk Berusaha (NIB) gratis, layanan UMKM, serta penyaluran berbagai bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Antusiasme warga terlihat di sejumlah titik pelayanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, hingga pengurusan legalitas bagi pelaku usaha.
Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, pelayanan langsung ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
“Semua ada interdependensinya (hubungan timbal balik, red). Usaha, kesehatan, irigasi, air, pangan, sandang, papan, dan kesehatan. Kita berusaha supaya masyarakat bisa berusaha dan mandiri,” kata Dimyati.
Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya memberikan bantuan, tetapi harus memastikan masyarakat memiliki akses terhadap layanan dasar dan kesempatan untuk berkembang.
“Kalau sudah mandiri, mereka bisa menghasilkan uang sendiri, bisa juga meringankan beban negara dan pemerintah, terutama terkait pengangguran. Sehingga lapangan pekerjaan bisa tumbuh dari sektor usaha,” ujarnya.
Dimyati juga mendorong tumbuhnya usaha berbasis rumah tangga (home industry). Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
“Semua rumah bekerja, tidak ada lagi lahan-lahan tidur atau usaha-usaha tidur. Semua bekerja, semua berusaha, semua produktif,” tegasnya.
Salah satu layanan yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat adalah CKG. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, program tersebut diarahkan bukan semata-mata untuk mengejar angka capaian, melainkan memastikan masyarakat benar-benar memperoleh akses pemeriksaan kesehatan.
Tahun ini, target CKG yang diamanatkan pemerintah pusat sebesar 46 persen. Dari sekitar 12,9 juta penduduk Banten, sebanyak 6,48 juta penduduk telah mendapatkan layanan CKG atau mencapai 50,24 persen.
“Pesan arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur sangat jelas, yaitu capaian CKG bukan hanya sekadar target angka, tetapi bagaimana caranya kalau bisa lebih dari separuh penduduk mendapatkan akses layanan CKG,” ujar Ati.
Ia menjelaskan, pemeriksaan sejak dini memungkinkan penyakit ditemukan dan ditangani lebih cepat sehingga upaya pencegahan menjadi lebih mudah dan murah. Hasil pemeriksaan CKG di Banten banyak menemukan penyakit tidak menular, terutama hipertensi dan diabetes. Apabila tidak terkendali, kedua penyakit tersebut dapat memicu penyakit jantung hingga gagal ginjal yang membutuhkan layanan cuci darah.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id