Ragam . 02/09/2026, 19:56 WIB

SPI Apresiasi Kementan Tingkatkan Produksi Beras di Tengah Musim Kemarau

Penulis : FIN
Editor : FIN

fin.co.id - Serikat Petani Indonesia (SPI) mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga dan meningkatkan produksi beras di tengah tantangan musim kemarau. Upaya pemerintah memperkuat sarana dan prasarana pengairan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian.

“Di musim kemarau ini produksi beras naik per hektarenya bisa mencapai 8 hingga 10 ton perhektare. Namun luas lahan tanaman padi yang berkurang karena tidak semunya terairi,” kata Ketua SPI Henry Saragih dalam dialog terbuka RRI, Senin, 31 Agustus 2026.

Henry mengatakan, ancaman musim kering yang diperkirakan masih berlanjut hingga 2027 harus diantisipasi sejak dini. Menurutnya, petani tidak hanya membutuhkan informasi mengenai kondisi cuaca dari BMKG tetapi juga informasi dan dukungan konkret dari pemerintah.

“Petani kita selain mendapat informasi dari BMKG juga perlu mendapatkan informasi dari pemerintah. Saya mendukung pemerintah dalam pengadaan sarana air, baik dengan memperbaiki seluruh saluran irigasi maupun menyediakan mesin-mesin pompa air,” katanya.

Henry menilai ketersediaan air menjadi kebutuhan utama bukan hanya untuk tanaman padi tetapi juga komoditas palawija. Karena itu, pemerintah perlu memastikan infrastruktur pengairan tetap berfungsi optimal selama musim kemarau.

“Baik tanaman padi maupun palawija tetap membutuhkan air. Ini yang penting kita antisipasi, apalagi kalau musim kemarau berlanjut sampai 2027,” katanya.

Menurut Henry, pembangunan waduk sebagai cadangan air serta kesiapan jaringan irigasi harus menjadi bagian dari strategi pemerintah menghadapi perubahan pola musim.

“Kita ke depan harus terus membangun waduk-waduk sebagai cadangan air dan saluran irigasi juga harus disiapkan,” katanya.

Di sisi lain, SPI juga mendorong petani menerapkan pola pertanian yang lebih ramah lingkungan melalui pendekatan agroekologi. Henry mengatakan, SPI secara nasional telah mengkampanyekan percepatan tanam pada musim kemarau untuk menjaga produksi sekaligus menekan penggunaan input kimia.

“Bagi SPI, kami sudah menggalakkan penanaman padi dengan agroekologi. Secara nasional sudah kami kampanyekan, ketika musim kemarau kita percepat tanamnya supaya mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida, serta mengurangi penggunaan pupuk kimia,” jelasnya.

Dalam penyediaan benih, SPI juga menggunakan benih yang dianjurkan pemerintah sekaligus mengembangkan dan menanam benih SPI yang dinilai sesuai dengan kondisi pertanian petani.

Ia menilai berbagai capaian pemrintah dalam meningkatkan produksi padi menunjukkan bahwa dengan dukungan sarana air dan strategi tanam yang tepat produksi pangan nasional tetap dapat dijaga meski menghadapi tekanan musim kemarau.

SPI berharap penguatan infrastruktur pertanian tersebut dapat terus dilanjutkan sehingga petani memiliki kepastian dalam berproduksi dan ketahanan pangan nasional tetap terjaga menghadapi ancaman kemarau berkepanjangan.

“Tentu kita berharap apa yang sudah dilakukan ini bisa dimasukkan terutama perbaikan irigasi sebagai sarana pengairan bagi tanaman padi,” jelasnya.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id