Internasional

Sepekan setelah Banjir Nepal-Tibet, Korban Tewas Melampaui 1000 Orang

Sekitar sepekan setelah bencana banjir besar menerjang kawasan Nepal dan Tibet, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan. Ribuan orang

Sepekan setelah Banjir Nepal-Tibet, Korban Tewas Melampaui 1000 Orang
Ilustrasi Banjir Nepal-Tibet, Ilustrasi: DALL·E 3

Informasi awal sempat menunjukkan adanya peristiwa seismik di sekitar lokasi bencana. Namun, analisis United States Geological Survey atau USGS memberikan penjelasan berbeda.

Menurut USGS, energi seismik yang terdeteksi kemungkinan bukan berasal dari gempa tektonik biasa, melainkan dihasilkan oleh longsoran.

USGS mencatat peristiwa seismik setara magnitudo 5,2 di dekat perbatasan pada Rabu sekitar pukul 08.37 waktu setempat.

Peristiwa tersebut dikaitkan dengan runtuhnya material gletser dan aliran puing.

Fenomena seperti ini dikenal sebagai salah satu risiko serius di kawasan pegunungan tinggi. Material es, batuan, air, dan sedimen dapat bergerak dengan kecepatan tinggi menuju lembah dan kemudian meningkatkan volume aliran sungai secara mendadak.

Penelitian modern mengenai kawasan Himalaya juga menunjukkan bahwa perubahan kondisi gletser dapat meningkatkan risiko terbentuknya danau glasial dan ketidakstabilan lereng di beberapa kawasan.

Namun, hubungan antara perubahan iklim dan satu kejadian bencana tertentu tetap memerlukan penelitian khusus. Para ilmuwan biasanya membutuhkan analisis kondisi cuaca, suhu, karakteristik gletser, topografi, serta data hidrologi sebelum menentukan seberapa besar kontribusi perubahan iklim terhadap suatu kejadian.

Harapan Menemukan Korban Selamat Mulai Menurun

Setelah sekitar satu minggu berlalu, operasi pencarian memasuki fase yang semakin sulit.

Reuters melaporkan harapan menemukan lebih banyak korban dalam keadaan hidup mulai menurun. Banyak lokasi masih tertutup lumpur dalam dan puing, sementara luasnya wilayah terdampak membuat proses pencarian membutuhkan waktu.

Pemerintah Nepal juga mulai menghadapi tantangan berikutnya, yakni rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan yang hancur.

Meski demikian, operasi pencarian terhadap ribuan orang yang masih belum diketahui keberadaannya tetap berlangsung.

Prioritas utama berada di daerah permukiman, kawasan wisata, jalur sungai, serta proyek pembangkit listrik tenaga air yang mengalami kerusakan berat.

Penutup

Sepekan setelah banjir dan longsoran besar melanda Nepal dan Tibet, skala bencana semakin terlihat. Lebih dari 1.000 orang telah dilaporkan meninggal, sementara ribuan lainnya masih belum ditemukan.

Berita Terkait