Internasional

Tarif AS ke Kanada Naik Tajam, 90.000 Pekerjaan Berisiko Hilang

Perang dagang antara Amerika Serikat dan Kanada memasuki babak baru setelah Washington memberlakukan tarif tambahan sebesar 50 persen terhadap

Tarif AS ke Kanada Naik Tajam, 90.000 Pekerjaan Berisiko Hilang
Ilustrasi Taris AS Kanada, Ilustrasi: DALL·E 3

fin.co.id - Perang dagang antara Amerika Serikat dan Kanada memasuki babak baru setelah Washington memberlakukan tarif tambahan sebesar 50 persen terhadap sekitar C$28 miliar atau US$20 miliar barang asal Kanada. Kebijakan tersebut memperbesar tekanan terhadap sejumlah sektor ekonomi Kanada yang sebelumnya telah menghadapi tarif pada baja, aluminium, kayu, serta otomotif.

Dampaknya tidak hanya berpotensi terlihat pada perdagangan kedua negara. Pasar tenaga kerja Kanada juga menghadapi risiko besar apabila tarif baru tersebut dipertahankan dalam jangka panjang.

Ekonom University of Calgary, Trevor Tombe, memperkirakan hampir 90.000 pekerjaan di seluruh Kanada dapat hilang akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari tarif tersebut. Perkiraan lebih terperinci menunjukkan sedikit lebih dari 87.000 pekerjaan berada dalam risiko, yang kemudian dibulatkan menjadi hampir 90.000 pekerjaan.

"Jika tarif ini diberlakukan dan tetap berlaku, saya memperkirakan hampir 90.000 pekerjaan di seluruh Kanada dapat hilang," kata Tombe dalam analisisnya.

Tarif AS terhadap Kanada Hampir Berlipat Ganda

Kanada selama ini memiliki hubungan perdagangan yang sangat erat dengan Amerika Serikat. Lebih dari 70 persen ekspor Kanada dibeli oleh AS, membuat perubahan kebijakan perdagangan Washington dapat memberikan dampak yang cukup besar terhadap perekonomian negara tersebut.

Sebelum eskalasi terbaru, tingkat tarif efektif rata-rata AS terhadap Kanada tercatat sekitar 2,9 persen pada Juni 2026. Setelah pemberlakuan tarif terbaru, angkanya diperkirakan hampir dua kali lipat menjadi sekitar 5,7 persen.

Kenaikan tersebut terjadi setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengenakan tambahan tarif 50 persen terhadap sejumlah produk Kanada.

Namun, tarif tersebut tidak mengenai seluruh ekspor Kanada secara merata. Analisis Tombe menunjukkan kebijakan terbaru hanya mengenai sebagian dari barang yang dijual Kanada ke AS. Meski demikian, dampaknya dapat terkonsentrasi pada industri dan wilayah tertentu sehingga konsekuensi terhadap lapangan kerja tetap signifikan.

Beberapa sektor yang dinilai memiliki paparan tinggi antara lain mesin dan elektronik, plastik dan karet, furnitur, produk kayu, bahan kimia, makanan, tekstil, serta pakaian.

Lebih dari 52.000 Pekerjaan Terancam Secara Langsung

Berdasarkan perhitungan Tombe, lebih dari 52.000 pekerjaan di Kanada berisiko hilang secara langsung akibat tarif terbaru AS.

Namun, efek perang tarif tidak berhenti pada perusahaan yang secara langsung mengekspor barang ke Amerika Serikat.

Ketika eksportir mengurangi produksi akibat biaya tarif atau penurunan permintaan, perusahaan lain yang menjadi pemasok dan penyedia jasa juga dapat terkena dampaknya.

Berita Terkait