Tekno . 31/08/2026, 13:43 WIB
fin.co.id - Robot yang bekerja di pabrik sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Selama puluhan tahun, lengan robot telah digunakan untuk mengelas bodi mobil, memindahkan komponen berat, mengecat kendaraan, hingga menangani pekerjaan berulang dengan kecepatan tinggi.
Namun, perkembangan terbaru mulai berbeda. Robot tidak lagi selalu berbentuk lengan mekanis yang dipasang permanen pada satu titik. Sejumlah perusahaan mulai menguji robot humanoid, yakni robot dengan bentuk dan pola gerak menyerupai manusia.
Robot semacam ini dapat berjalan atau berpindah tempat, menggunakan kedua tangan untuk mengambil barang, membawa komponen, hingga mengerjakan tugas yang sebelumnya dirancang untuk pekerja manusia.
BMW, Hyundai, Boston Dynamics, Figure AI, hingga sejumlah perusahaan robotika China menjadi bagian dari perlombaan tersebut. Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan yang sulit dihindari: apabila robot humanoid semakin pintar dan murah, apakah pekerja manusia akhirnya akan tergeser?
Penggunaan robot humanoid di lingkungan industri bukan lagi sebatas demonstrasi teknologi.
BMW Group, misalnya, telah menjalankan berbagai pengujian robot humanoid pada fasilitas produksinya. Di pabrik Spartanburg, South Carolina, Amerika Serikat, BMW menguji Figure 02 buatan Figure AI.
Menurut BMW, selama sekitar sepuluh bulan, Figure 02 terlibat dalam produksi lebih dari 30.000 unit BMW X3. Robot tersebut memindahkan lebih dari 90.000 komponen dan mencatat sekitar 1.250 jam operasi serta sekitar 1,2 juta langkah.
Pekerjaannya bukan sekadar berjalan di sekitar pabrik. Figure 02 digunakan untuk mengambil serta memosisikan komponen lembaran logam yang kemudian digunakan dalam proses pengelasan.
BMW menyebut pekerjaan berulang semacam itu dapat dilakukan robot dengan tingkat presisi tinggi.
Pengujian kemudian diperluas. Pada 2026, BMW memperkenalkan robot humanoid AEON pada fasilitas produksinya di Leipzig, Jerman. Robot tersebut antara lain dipersiapkan untuk membantu perakitan baterai bertegangan tinggi dan produksi komponen.
Sementara itu, Boston Dynamics juga telah membawa Atlas menuju tahap produksi komersial. Perusahaan tersebut memperkenalkan versi Atlas yang siap digunakan untuk kebutuhan industri pada Januari 2026.
Boston Dynamics menyebut produksi Atlas telah dimulai, sementara penyebaran pertama dijadwalkan dilakukan di fasilitas Hyundai serta Google DeepMind sepanjang 2026.
Dengan demikian, pembicaraan mengenai robot humanoid di pabrik kini bukan lagi mengenai "apakah teknologi tersebut akan digunakan", melainkan seberapa cepat teknologi itu dapat digunakan dalam jumlah besar.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id