Internasional

Ratusan Pekerja Diduga Terjebak di Terowongan PLTA Nepal, Operasi Penyelamatan Dikebut

Operasi penyelamatan korban banjir besar di Nepal terus ditingkatkan setelah ratusan pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air atau PLTA belum ditemukan

Ratusan Pekerja Diduga Terjebak di Terowongan PLTA Nepal, Operasi Penyelamatan Dikebut
Ilustrasi Operasi Penyelamatan PLTA Nepal, Ilustrasi: DALL·E 3

Karena itulah pencarian membutuhkan kombinasi antara pekerjaan pembukaan jalur, pemantauan struktur, suplai udara, dan pencarian langsung.

Banjir Nepal Telah Menewaskan Ratusan Orang

Operasi penyelamatan di proyek PLTA merupakan bagian dari respons besar terhadap bencana yang telah melanda Nepal selama beberapa hari.

Menurut pembaruan Kepolisian Nepal yang dikutip BBC, jumlah jenazah yang ditemukan telah mencapai 794 orang hingga Minggu sore waktu setempat.

Sementara National Disaster Risk Reduction and Management Authority mencatat angka yang sedikit berbeda, yakni 781 orang meninggal dan 2.502 lainnya masih hilang.

Perbedaan angka terjadi karena informasi berasal dari beberapa lembaga yang melakukan pendataan secara terpisah di wilayah terdampak.

Operasi pencarian kini telah memasuki hari keenam.

Banyak daerah masih sulit dijangkau karena jalan rusak atau tertutup lumpur, sementara hujan membuat proses distribusi bantuan semakin rumit.

Di Distrik Rasuwa, beberapa wilayah bahkan masih mengalami pemadaman listrik dan terputus dari akses jalan utama.

Warga melaporkan persediaan makanan mulai menipis dan bahan bakar untuk memasak telah habis di sejumlah lokasi.

Lebih dari 200 Pelajar Juga Dilaporkan Hilang

Dampak bencana tidak hanya dirasakan pekerja proyek PLTA.

Kementerian Pendidikan Nepal menyatakan lebih dari 200 pelajar masih hilang setelah sedikitnya 19 sekolah terdampak banjir.

Sembilan sekolah dilaporkan hancur dan tujuh lainnya mengalami kerusakan sebagian.

Sebagian besar sekolah yang mengalami kerusakan berat berada di Distrik Rasuwa dan Nuwakot.

Berita Terkait