Ragam . 30/08/2026, 08:38 WIB

Mentan Amran Dorong Pertanian Modern, Panen PM-AAS di Berbagai Daerah Tembus 10 Ton per Hektare

Penulis : AdminFIN
Editor : AdminFIN

fin.co.id - Menteri Pertanian (Mentan)Andi Amran Sulaiman terus mendorong transformasi pertanian melalui penerapan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani. Salah satu pendekatan yang dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan) adalah Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS), yang kini mulai menunjukkan hasil di berbagai wilayah.

Dalam berbagai kesempatan, Mentan Amran mengatakan peningkatan produktivitas menjadi langkah penting setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada beras. Menurutnya, teknologi harus diarahkan bukan hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pendapatan petani.

“Swasembada alhamdulillah sudah tercapai. Nah sekarang pendekatannya adalah kesejahteraan. Itulah pentingnya teknologi. Kami pelajari dua tahun. Kami gabungkan metode Amerika dengan metode Indonesia, jajar legowo. Kami cek bahkan ada produksi 12 ton. Jadi minimal 10 ton saja,” ujar Mentan Amran beberapa saat lalu.

Menurut Mentan Amran, PM-AAS merupakan hasil pengembangan dengan mengombinasikan berbagai teknologi budidaya modern dan praktik pertanian yang telah berkembang di Indonesia. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan populasi tanaman agar produktivitas dapat meningkat secara signifikan.

Untuk memastikan teknologi tersebut dapat diterapkan secara tepat di tingkat petani, Kementan melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) melakukan serangkaian pengujian di berbagai lokasi dan kondisi agroekosistem.

Kepala BRMP Fadjry Djufry, mengatakan PM-AAS dirancang sebagai paket teknologi budidaya yang mengintegrasikan peningkatan populasi tanaman dengan pengelolaan tanaman secara terpadu.

Menurut Fadjry, penerapan PM-AAS mencakup penggunaan varietas unggul berdaya hasil tinggi, sistem tanam rapat melalui jajar legowo, pengelolaan air dengan metode alternate wetting and drying (AWD), pengendalian gulma, hama dan penyakit secara terpadu, serta pengelolaan hara berdasarkan kebutuhan spesifik lokasi.

“PM-AAS tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun sistem budidaya yang lebih efisien dan adaptif. Pengelolaan hara spesifik lokasi dan teknologi hemat air menjadi bagian penting agar produktivitas lahan tetap terjaga dan mampu menghadapi perubahan iklim,” kata Fadjry.

Dampak penerapan PM-AAS juga mulai terlihat di tingkat daerah. Di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, misalnya, demplot PM-AAS seluas 100 hektare mencatat hasil panen yang jauh lebih tinggi dibandingkan produktivitas sebelumnya.

Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud mengatakan panen demplot PM-AAS tersebut menghasilkan produktivitas sekitar 12,5 ton per hektare, meningkat dibandingkan hasil sebelumnya yang berada pada kisaran 7–8 ton per hektare.

“Demplot PM-AAS 100 hektare, alhamdulillah tadi panen. Infonya 12,5 ton per hektare. Sebelumnya 7–8 ton per hektare,” ujar Samsul.

Di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, petani Abdullah juga merasakan perbedaan signifikan dibandingkan pola budidaya sebelumnya, terutama dari jarak tanam dan penggunaan pupuk.

“Perbedaan antara dulu dengan sekarang dari jarak. Sekarang jaraknya rapat, pupuk dosisnya juga berbeda. Di sini dulu cuma mampu dapat 5 sampai 6 ton per hektare. Maksimalnya itu 7 ton,” ujar Abdullah.

Setelah mengikuti program PM-AAS, Abdullah menyebut hasil panennya meningkat hingga mencapai 11 ton per hektare.

“Karena adanya program pemerintah PM-AAS kami ikuti, sampai akhirnya kami mendapatkan hasilnya sampai 11 ton. PM-AAS menguntungkan, terlalu menguntungkan ini. Kalau saya, PM-AAS di sini bisa dilanjutkan kembali,” katanya.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id