Diggia Ungkap Penyebab Dirinya Terjatuh di Sprint MotoGP Aragon
Fabio Di Giannantonio mengungkap penyebab dirinya terjatuh dan gagal menyelesaikan Sprint MotoGP Aragon 2026. Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team itu
fin.co.id - Fabio Di Giannantonio mengungkap penyebab dirinya terjatuh dan gagal menyelesaikan Sprint MotoGP Aragon 2026. Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team itu mengaku mengalami masalah grip yang sangat parah sejak awal balapan.
Pembalap yang akrab disapa Diggia tersebut bahkan menggambarkan sensasi mengendarai Ducati miliknya seperti sedang melaju di atas es.
Masalah itu membuat Di Giannantonio kesulitan mengendalikan motor ketika melakukan pengereman. Ia akhirnya terjatuh di tikungan kedua terakhir pada lap kedua Sprint yang berlangsung selama 11 lap.
Kegagalan finis tersebut menjadi pukulan bagi Di Giannantonio dalam persaingan kejuaraan dunia. Ia kini tertinggal 46 poin dari pemimpin klasemen MotoGP 2026, Jorge Martin.
Diggia Merasa seperti Berkendara di Atas Es
Di Giannantonio sebenarnya memulai Sprint MotoGP Aragon dari posisi ketujuh setelah menjalani sesi kualifikasi pada Sabtu pagi.
Namun, sejak Sprint dimulai, pembalap Italia tersebut langsung merasakan sesuatu yang tidak beres pada bagian belakang motornya.
"Sejak awal, perasaan saya terhadap bagian belakang motor benar-benar buruk," kata Di Giannantonio.
Menurut Diggia, dirinya termasuk pembalap yang jarang mengeluhkan kondisi bagian belakang motor. Karena itu, sensasi yang muncul pada Sprint Aragon terasa tidak biasa.
"Kali ini saya seperti berkendara di atas es," ujarnya.
Masalah tersebut sangat terasa ketika melakukan pengereman. Di Giannantonio mengatakan dirinya melakukan pengereman seperti biasa, tetapi motor justru bergerak menyamping dan sulit dihentikan.
Baca Juga
"Setelah dua atau tiga kali pengereman, saya mengerem secara normal tetapi tiba sepenuhnya dalam posisi menyamping. Saya tidak bisa berhenti," jelasnya.
Situasi kemudian semakin sulit ketika ban tiba-tiba kembali mendapatkan sedikit grip. Motor bergerak terlalu cepat keluar dari jalur yang diinginkan hingga akhirnya bagian depan kehilangan cengkeraman.
"Begitu motor mendapatkan sedikit grip, saya keluar dari jalur terlalu cepat dan kehilangan bagian depan," kata Diggia.
Insiden tersebut mengakhiri Sprint Di Giannantonio hanya pada lap kedua.