Ragam . 25/08/2026, 19:10 WIB

BRI Perkuat Pemberadayaan Ekosistem Diaspora di Taiwan, Dukung PMI Tumbuh dan Berdaya

Penulis : Sahroni
Editor : Sahroni

Salah satu gambarannya tercermin dari perjalanan Sri Purwanti, nasabah BRI asal Cilacap, Jawa Tengah, yang datang ke Taiwan sebagai PMI belasan tahun lalu yang disiplin menyisihkan penghasilannya sedikit demi sedikit hingga berhasil mengumpulkan modal untuk merintis usaha kuliner halal.

“Waktu pertama kali jadi pekerja migran, mencari makanan halal itu luar biasa sulit. Dari situ saya berpikir, teman-teman pekerja lain pasti merasakan kesulitan yang sama. Saya bertekad menyisihkan sebagian penghasilan, menabung sedikit demi sedikit, dan belajar mengelola keuangan,” kenang Sri.

Usahanya kemudian berkembang menjadi Kedai Sri Rahayu di Zhongzheng District, Taipei. Perjalanan Sri menjadi salah satu gambaran bagaimana masa bekerja di luar negeri dapat membuka peluang ekonomi baru ketika penghasilan dikelola secara produktif serta keterampilan terus diasah.

Sejalan dengan semangat pemberdayaan PMI tersebut, BRI Peduli selaku payung dari aktivitas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI terus memberikan dukungan nyata bagi PMI di Taiwan melalui “BRI Peduli Go Global PMI Entrepreneur Academy: Building Skills, Creating Opportunities”. Kegiatan ini membuka kesempatan bagi 120 orang PMI di Taiwan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan praktis yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

Melalui PMI Entrepreneur Connect yang dilaksanakan pada Sabtu (22/8/2026), peserta mendapatkan workshop dan praktik memasak masakan Taiwan bersama instruktur guna meningkatkan keterampilan mengolah kuliner hingga bisa dikembangkan untuk menjadi peluang usaha, baik selama berada di Taiwan maupun setelah kembali ke Indonesia.

Sementara itu pada Minggu (23/8/2026), melalui pelaksanaan Beautypreneur Empowerment Workshop yang mengusung konsep Beauty & Inclusivity, peserta mengikuti demonstrasi dan praktik tata rias bersama beauty trainer profesional untuk bisa memperoleh keterampilan tata rias yang dapat dikembangkan sebagai peluang usaha di industri kecantikan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BRI mendorong PMI untuk membangun pola pikir kewirausahaan yang memiliki nilai ekonomi, hingga menangkap peluang usaha yang dapat dikembangkan.

Dengan demikian, pengalaman bekerja di luar negeri diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk penghasilan, tetapi juga menjadi proses peningkatan kapasitas untuk mempersiapkan masa depan yang lebih produktif.

Sifa, PMI asal Surabaya yang mengikuti kegiatan tersebut, mengatakan bahwa pengalaman yang diperolehnya memberikan perspektif baru mengenai peluang yang dapat dikembangkan setelah kembali ke Indonesia.

“Kegiatan ini mendorong kami sebagai PMI untuk menjadi lebih mandiri, kreatif, dan mampu melihat peluang yang dapat dikembangkan di Indonesia. Saya berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat menjadi modal untuk membangun usaha yang berkelanjutan dan meningkatkan perekonomian setelah kembali ke Tanah Air,” ungkap Sifa.

“Pada akhirnya, BRI ingin memastikan bahwa ketika para PMI kembali pulang ke Indonesia, mereka pulang dengan kehidupan yang lebih sejahtera. PMI diharapkan kembali dengan keterampilan, aset, dan kemampuan berwirausaha yang lebih kuat sehingga dapat memperkuat perekonomian dan menciptakan lapangan kerja,” pungkas Dhanny.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id