Internasional . 23/08/2026, 10:30 WIB

India Hidupkan Kembali Sistem Air Berusia Ribuan Tahun untuk Hadapi Krisis Air

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - India mulai kembali mengandalkan sistem pengelolaan air tradisional yang telah digunakan selama ratusan hingga ribuan tahun. Langkah ini muncul ketika sejumlah wilayah menghadapi tekanan serius akibat kekeringan, penggunaan air tanah berlebihan, perubahan pola hujan, dan perubahan iklim.

Sistem seperti stepwell, johad, tanka, kund, dan nadi yang sebelumnya dianggap sebagai peninggalan masa lalu kini kembali dipandang sebagai bagian dari solusi menghadapi krisis air modern.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa menghadapi perubahan iklim tidak selalu berarti menciptakan teknologi baru. Dalam kondisi tertentu, pengetahuan lama yang sempat ditinggalkan justru dapat kembali menjadi sangat relevan.

Sistem Air Kuno Kembali Digunakan

Salah satu contoh yang menarik terdapat di Alwar, Rajasthan. Di wilayah tersebut, Moosi Rani Sagar, sebuah stepwell yang dibangun pada awal 1800-an, kembali menyimpan air dalam jumlah besar setelah direstorasi.

Stepwell merupakan struktur penampungan air yang dibuat dengan tangga panjang menuju bagian dasar. Ketika permukaan air berubah mengikuti musim, masyarakat tetap dapat mencapai sumber air dengan turun melalui tangga tersebut.

Moosi Rani Sagar sebelumnya mengalami masalah serius. Kondisinya tidak terawat, kualitas air buruk, dan ketersediaan air tidak konsisten. Setelah proses pemulihan dimulai pada 2021, perubahan mulai terlihat.

Pada 2025, air di dalamnya bahkan meluap ke jalur pejalan kaki untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga dekade. Kedalaman air dapat mencapai sekitar 9 meter dan pada musim terkering masih mampu mempertahankan kedalaman sekitar 6 meter.

Pemulihan tersebut bukan sekadar mengembalikan bangunan bersejarah. Struktur itu kembali menjalankan fungsi utama yang dahulu membuatnya penting bagi masyarakat.

Mengapa Sistem Lama Kembali Menarik Perhatian?

India memiliki sekitar 18 persen populasi dunia, tetapi hanya sekitar 4 persen sumber daya air tawar dunia. Persoalan menjadi semakin rumit karena sebagian sumber air tersebut mengalami pencemaran.

Air tanah memiliki peranan sangat penting di India, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian. Negara tersebut juga merupakan salah satu pengguna air tanah terbesar di dunia.

Masalahnya, air tanah tidak selalu dapat dipulihkan dengan kecepatan yang sama dengan laju pengambilannya.

Sumur bor dapat mengambil air dari bawah permukaan tanah dalam jumlah besar. Namun, sumur bor pada dasarnya hanya mengambil air. Sistem tersebut tidak otomatis mengembalikan air ke dalam akuifer.

Di sinilah struktur tradisional memiliki fungsi berbeda.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id