Internasional . 24/08/2026, 06:56 WIB
Sebelum negosiasi gagal, kedua negara sempat menunjukkan optimisme bahwa kesepakatan dapat dicapai.
Namun, pembicaraan akhirnya runtuh setelah Washington dan Ottawa saling menuduh melakukan perubahan pada tahap akhir negosiasi.
Carney mengatakan pihak Amerika Serikat mengajukan perubahan pada menit terakhir yang dianggap tidak adil dan tidak menguntungkan secara ekonomi bagi Kanada.
Menurut pemerintah Kanada, salah satu tuntutan AS juga dapat membatasi kemampuan Ottawa dalam membuat perjanjian perdagangan baru dengan negara lain.
"Kami tidak dapat menerima apa yang mereka tawarkan, dan kami tidak akan memberikan apa yang mereka minta," kata Carney.
Pemerintah Amerika Serikat memberikan penjelasan berbeda.
Pejabat perdagangan AS menuduh Kanada mengajukan tuntutan baru dan menarik kembali sejumlah persyaratan yang sebelumnya dianggap telah disepakati.
Perwakilan Dagang Amerika Serikat Jamieson Greer mengatakan pada Sabtu bahwa belum ada rencana untuk kembali membuka perundingan dalam waktu dekat.
Greer juga mengatakan AS sebelumnya bersedia menurunkan sebagian tarif terhadap Kanada sebagai bagian dari kesepakatan yang sedang dirundingkan.
Kebijakan Washington memunculkan dukungan lintas politik terhadap pemerintah Kanada.
Pemimpin oposisi Konservatif Pierre Poilievre menyebut tarif terbaru Amerika Serikat tidak dapat dibenarkan.
Premier Ontario Doug Ford juga mendukung sikap Carney. Ford bahkan mengatakan Trump tidak dapat dipercaya.
Sementara itu, Premier British Columbia David Eby menyoroti tuntutan yang dinilai dapat membatasi kemampuan Kanada membuat perjanjian perdagangan dengan negara lain.
Menurut Eby, menerima pembatasan semacam itu dapat membuat Kanada secara ekonomi berada dalam posisi yang menyerupai negara bagian ke-51 Amerika Serikat.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id