Prancis Dilanda Gelombang Panas, Picu 301 Kasus Orang Tenggelam
Prancis mencatat 301 kematian akibat tenggelam sejak 19 Juni 2026, ketika negara tersebut menghadapi periode gelombang panas berkepanjangan. Pemerintah Prancis
fin.co.id - Prancis mencatat 301 kematian akibat tenggelam sejak 19 Juni 2026, ketika negara tersebut menghadapi periode gelombang panas berkepanjangan. Pemerintah Prancis menyebut jumlah kematian akibat tenggelam meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Menteri Olahraga dan Pemuda Prancis Marina Ferrari menyebut angka tersebut sebagai catatan yang tragis. Ia mengatakan cuaca panas membuat semakin banyak orang beraktivitas di air untuk mencari kesejukan, sementara sebagian memilih berenang di lokasi yang sebenarnya tidak diperbolehkan atau tidak memiliki pengawasan.
"Many deadly accidents have occurred in areas that are not authorised or supervised for swimming," kata Ferrari dalam wawancara dengan France Inter, seperti dikutip BBC.
Artinya, banyak kecelakaan fatal terjadi di kawasan yang tidak diizinkan atau tidak diawasi untuk berenang.
Risiko Berenang di Tempat yang Tidak Diawasi
Gelombang panas membuat sungai, kanal, dan perairan terbuka menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat untuk mendinginkan tubuh. Namun, lokasi semacam itu tidak selalu aman untuk berenang.
Ferrari mengatakan sejumlah kasus tenggelam tercatat di perairan terbuka, termasuk kanal. Pemerintah Prancis kini bekerja sama dengan otoritas regional untuk meningkatkan keamanan kawasan berenang.
Risiko di perairan terbuka dapat berbeda dengan kolam renang yang diawasi. Arus, kedalaman air, perubahan suhu, kondisi dasar perairan, serta tidak adanya petugas penyelamat dapat meningkatkan bahaya.
Kasus tenggelam juga tidak hanya terjadi di perairan terbuka. Menurut Ferrari, banyak kasus yang melibatkan kelompok lanjut usia terjadi di kolam renang pribadi.
Masuk ke Air Dingin saat Tubuh Panas Juga Berisiko
Pemerintah Prancis turut mengingatkan risiko masuk secara mendadak ke air dingin ketika tubuh sedang menghadapi suhu lingkungan yang tinggi.
Baca Juga
Ferrari mengatakan perubahan suhu secara tiba-tiba dapat menyebabkan syok. Dalam kondisi tertentu, seseorang juga dapat memaksakan kemampuan fisiknya ketika berenang.
Fenomena tersebut dikenal sebagai cold shock response. Menurut Royal National Lifeboat Institution (RNLI), masuk secara tiba-tiba ke air dingin dapat memengaruhi pernapasan, gerakan, dan kemampuan seseorang untuk tetap tenang di dalam air.
Respons awal tubuh terhadap air dingin dapat berupa tarikan napas secara tiba-tiba, peningkatan kecepatan bernapas, serta peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. Kondisi menjadi semakin berbahaya apabila seseorang panik atau berada jauh dari tempat yang aman.