Internasional

Gunungan Sampah di Guinea Runtuh, 30 Orang Tewas dan 22 Terluka

Sedikitnya 30 orang tewas setelah gunungan sampah di sebuah lokasi pembuangan besar di Conakry, ibu kota Guinea, runtuh dan menimpa permukiman di sekitarnya

Gunungan Sampah di Guinea Runtuh, 30 Orang Tewas dan 22 Terluka
Gunungan Sampah Runtuh, Ilustrasi: DALL·E 3

Operasi pencarian menjadi penting karena masih terdapat kekhawatiran bahwa sejumlah orang belum ditemukan.

Material sampah yang sangat besar membuat proses pencarian harus dilakukan dengan hati-hati. Penggunaan alat berat diperlukan untuk membuka akses ke bagian yang tertimbun, tetapi petugas juga harus mempertimbangkan kemungkinan masih terdapat korban selamat di dalamnya.

Lokasi yang Sama Pernah Dilanda Bencana

Bencana di tempat pembuangan sampah Conakry bukan pertama kalinya terjadi.

BBC mencatat longsor di lokasi tersebut pernah menewaskan 10 orang pada 2017. Peristiwa terbaru menunjukkan risiko yang tetap muncul ketika tumpukan sampah dalam jumlah besar berada berdekatan dengan kawasan tempat tinggal.

Risiko semakin tinggi ketika memasuki musim hujan. Air yang meresap ke dalam timbunan dapat menambah beban material sekaligus mengurangi kestabilan lereng tumpukan sampah.

Secara umum, tempat pembuangan terbuka dengan tumpukan sampah tinggi memang memiliki risiko kegagalan lereng. Material di dalamnya tidak seragam karena terdiri atas berbagai jenis limbah dengan kepadatan, ukuran, serta kemampuan menyerap air yang berbeda.

Ketika curah hujan tinggi, air dapat masuk ke celah-celah material dan meningkatkan tekanan di dalam tumpukan. Apabila kestabilannya tidak mencukupi, sebagian massa sampah dapat bergerak dan menghasilkan longsoran.

Risiko tersebut menjadi jauh lebih berbahaya apabila terdapat rumah atau permukiman tepat di bawah atau di sekitar gunungan sampah.

Penutup

Runtuhnya gunungan sampah di Conakry menjadi salah satu bencana mematikan yang melanda Guinea pada 2026. Hingga laporan terbaru, sedikitnya 30 orang dinyatakan tewas dan 22 lainnya terluka, dengan enam korban mengalami luka serius.

Hujan deras menjadi pemicu langsung runtuhnya tumpukan sampah, sementara keberadaan permukiman di sekitar tempat pembuangan membuat dampaknya semakin besar.

Operasi pencarian masih menjadi perhatian karena terdapat kekhawatiran korban lain mungkin masih tertimbun. Pemerintah Guinea juga menghadapi tugas untuk mengamankan kawasan tersebut serta merelokasi keluarga yang masih tinggal di dekat lokasi pembuangan.

Tragedi ini kembali memperlihatkan pentingnya pengelolaan tempat pembuangan yang mempertimbangkan kestabilan timbunan, drainase, kondisi musim hujan, dan jarak aman dari permukiman. Langkah tersebut penting untuk mencegah tumpukan sampah berubah menjadi ancaman serius bagi warga yang tinggal di sekitarnya.

Referensi

Berita Terkait