12 Hari tanpa Listrik, Puluhan Ribu Warga Indiana Bertahan dalam Kondisi Sulit
Puluhan ribu warga di Gary, Indiana, Amerika Serikat, masih harus bertahan tanpa listrik hampir dua pekan setelah badai dahsyat menerjang wilayah tersebut pada
fin.co.id - Puluhan ribu warga di Gary, Indiana, Amerika Serikat, masih harus bertahan tanpa listrik hampir dua pekan setelah badai dahsyat menerjang wilayah tersebut pada 11 Agustus 2026.
Badai yang berlangsung hanya beberapa menit meninggalkan kerusakan besar pada jaringan listrik. Angin kencang merobohkan pepohonan dan merusak infrastruktur, membuat kehidupan warga terganggu hingga 12 hari setelah kejadian.
Bagi masyarakat Gary, pemadaman panjang bukan sekadar persoalan rumah yang gelap. Makanan sulit disimpan, obat-obatan tertentu tidak dapat didinginkan, aktivitas bisnis terganggu, dan sebagian warga lanjut usia maupun penyandang disabilitas menghadapi kesulitan yang lebih serius.
Badai Hanya Berlangsung Menit, Dampaknya Berhari-hari
Rangkaian badai hebat melanda wilayah Midwest Amerika Serikat pada 11 Agustus. Banjir dan tornado dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Chicago dan Indiana. Tujuh orang meninggal dunia akibat rangkaian cuaca ekstrem tersebut.
Gary menjadi salah satu kota yang mengalami dampak paling berat. Menurut National Weather Service, kecepatan angin di wilayah tersebut mencapai 99 mph atau sekitar 159 kilometer per jam.
Kondisi terburuk sebenarnya hanya berlangsung sekitar lima hingga 10 menit. Namun, kerusakan yang ditinggalkan membuat proses pemulihan berlangsung jauh lebih lama.
Pepohonan tumbang di berbagai lokasi dan sebagian menimpa jaringan listrik. Ketika jaringan mengalami kerusakan secara luas, perusahaan listrik harus memperbaiki banyak titik secara bersamaan.
Menurut BBC, lebih dari 345.000 pelanggan telah mendapatkan kembali aliran listrik setelah badai. Namun, hampir 30.000 pelanggan masih belum mendapatkan listrik pada Minggu pagi.
Warga Bertahan tanpa Kebutuhan Dasar
Semakin lama pemadaman berlangsung, semakin besar pula dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.
Baca Juga
Pada hari-hari pertama setelah badai, sejumlah pom bensin, supermarket, dan apotek ikut kehilangan listrik. Warga yang tidak memiliki persediaan cukup harus mencari tempat lain untuk memperoleh makanan dan kebutuhan penting.
Masalah tersebut semakin berat ketika pemadaman memasuki minggu kedua.
Tanpa listrik, lemari es dan freezer tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Makanan yang mudah rusak akhirnya harus dibuang atau segera dikonsumsi.