Internasional . 23/08/2026, 09:34 WIB

Utang AS Tembus US$40 Triliun, Upaya Treasury Belum Redakan Kekhawatiran Investor

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

Menembus US$40 triliun tidak dengan sendirinya berarti Amerika Serikat sedang mengalami krisis utang.

Angka tersebut menunjukkan ukuran kewajiban pemerintah, tetapi untuk menilai keberlanjutan utang diperlukan indikator lain, termasuk rasio utang terhadap PDB, defisit, biaya bunga, pertumbuhan ekonomi, serta kemampuan pemerintah memperoleh pembiayaan.

CBO memperkirakan utang federal yang dipegang publik terus meningkat sebagai persentase PDB dan mencapai 120 persen pada 2036 dalam proyeksinya. Ini menunjukkan adanya tantangan fiskal jangka panjang, tetapi bukan berarti krisis utang sudah terjadi.

Dengan demikian, rekor US$40 triliun lebih tepat dipandang sebagai perkembangan penting dalam kondisi fiskal Amerika daripada bukti langsung bahwa perekonomian negara tersebut akan segera runtuh.

Apa yang Perlu Dipantau setelah Ini?

Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada perkembangan yield Treasury jangka panjang, pelaksanaan program buyback yang diperbesar, data inflasi, kebijakan Federal Reserve, serta perkembangan defisit pemerintah.

Treasury juga masih memiliki ruang untuk mengubah ukuran dan pelaksanaan operasi buyback.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan pada 20 Agustus bahwa ukuran buyback dapat ditingkatkan lebih jauh. Reuters melaporkan pernyataan tersebut setelah Treasury mengumumkan peningkatan ukuran operasi menjadi sedikitnya US$4 miliar.

Namun, apakah langkah tersebut mampu memberikan dampak yang lebih lama masih menjadi pertanyaan pasar.

Yang dapat dipastikan sampai 23 Agustus adalah bahwa respons awal terhadap buyback tidak menghilangkan tekanan pada yield Treasury jangka panjang.

Penutup

Utang nasional Amerika Serikat telah menembus US$40 triliun. Data resmi Treasury yang tersedia hingga 18 Agustus 2026 menunjukkan total utang sekitar US$40,047 triliun.

Tidak lama setelah rekor tersebut tercapai, Treasury memperbesar ukuran sejumlah operasi buyback surat utang jangka panjang dari maksimum US$2 miliar menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi. Treasury menyatakan langkah tersebut ditujukan untuk memberikan dukungan likuiditas pada pasar Treasury.

Namun, laporan Reuters pada 20 dan 21 Agustus menunjukkan bahwa kelegaan di pasar hanya berlangsung singkat. Yield Treasury jangka panjang kembali meningkat, sementara kekhawatiran mengenai utang dan kondisi fiskal Amerika masih bertahan.

Kondisi tersebut belum dapat disebut sebagai krisis utang dan tidak membuktikan bahwa investor telah meninggalkan Treasury.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id