Internasional . 23/08/2026, 09:34 WIB

Utang AS Tembus US$40 Triliun, Upaya Treasury Belum Redakan Kekhawatiran Investor

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

Secara umum, harga obligasi dan yield bergerak berlawanan. Ketika harga obligasi turun karena tekanan jual, yield meningkat.

Bagi pemerintah, yield yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya pembiayaan ketika Treasury menerbitkan surat utang baru. Hal tersebut juga penting ketika pemerintah harus melakukan refinancing terhadap utang yang jatuh tempo.

Persoalan ini menjadi semakin relevan ketika jumlah utang pemerintah sudah sangat besar.

Jika sebagian besar utang harus terus diperbarui dalam lingkungan yield yang lebih tinggi, biaya bunga pemerintah dapat meningkat.

Reuters mencatat bahwa pembayaran bunga utang telah menjadi salah satu beban terbesar dalam anggaran federal Amerika. Dalam laporan mengenai pencapaian utang US$40 triliun, Reuters menyebut biaya bunga telah melampaui pengeluaran untuk Medicare dan menjadi pos pengeluaran terbesar kedua setelah Social Security dalam periode yang dibahas.

Defisit Tetap Menjadi Masalah Utama

Besarnya utang tidak dapat dipisahkan dari defisit anggaran.

Congressional Budget Office dalam proyeksi yang diterbitkan Februari 2026 memperkirakan defisit federal mencapai US$1,9 triliun pada tahun fiskal 2026.

CBO memperkirakan defisit tersebut meningkat menjadi US$3,1 triliun pada 2036. Dalam proyeksi yang sama, defisit diperkirakan setara dengan 5,8 persen PDB pada 2026 dan meningkat menjadi 6,7 persen PDB pada 2036.

CBO juga memproyeksikan utang federal yang dipegang publik mencapai 120 persen PDB pada 2036.

Angka tersebut merupakan proyeksi, bukan hasil aktual yang sudah terjadi.

Perbedaan ini penting. Utang aktual sebesar sekitar US$40,047 triliun merupakan data Treasury, sedangkan angka defisit US$1,9 triliun dan US$3,1 triliun merupakan proyeksi CBO.

Buyback Tidak Menghapus Defisit

Program buyback Treasury dapat membantu likuiditas dan fungsi pasar obligasi, tetapi tidak menyelesaikan penyebab utama pertumbuhan utang.

Jika pemerintah terus mengalami defisit, kebutuhan untuk menerbitkan utang baru tetap ada.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id