Lifestyle

Jangan Terlalu Lama, Ini Durasi Paparan Sinar Matahari yang Dibutuhkan Tubuh

Sinar matahari sering dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari karena dapat meningkatkan risiko kulit terbakar, penuaan dini, hingga kanker kulit. Namun

Jangan Terlalu Lama, Ini Durasi Paparan Sinar Matahari yang Dibutuhkan Tubuh
Paparan Sinar Matahari,Ilustrasi: DALL·E 3

Hal tersebut membuat durasi aman tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan jam. Seseorang yang berada di bawah matahari selama 15 menit ketika indeks UV sangat tinggi menghadapi kondisi yang berbeda dibandingkan seseorang yang mendapatkan paparan selama 15 menit ketika indeks UV rendah.

Karena itu, melihat indeks UV sebelum beraktivitas di luar ruangan dapat membantu menentukan kapan perlindungan tambahan diperlukan.

Jika harus berada di luar ruangan dalam waktu lama, perlindungan dapat dilakukan dengan mencari tempat teduh, mengenakan pakaian yang menutupi kulit, menggunakan topi, memakai kacamata hitam dengan perlindungan UV, serta menggunakan tabir surya sesuai kebutuhan.

Kesimpulan

Tubuh memang membutuhkan paparan cahaya matahari, tetapi tidak membutuhkan paparan ultraviolet dalam jumlah berlebihan. Untuk sebagian orang, paparan singkat selama beberapa menit secara rutin sudah dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat, sementara orang dengan kulit lebih gelap mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan vitamin D melalui sinar matahari.

Tidak ada durasi tunggal yang cocok untuk semua orang. Warna kulit, lokasi geografis, indeks UV, musim, luas kulit yang terbuka, usia, serta risiko kanker kulit harus ikut diperhitungkan.

Bukti ilmiah modern menunjukkan bahwa pendekatan yang lebih tepat adalah mendapatkan cahaya matahari secara teratur tanpa sengaja mengejar paparan ultraviolet berlebihan. Prinsipnya sederhana: cukup mendapatkan manfaatnya, tetapi jangan sampai kulit terbakar.

Referensi: BBC Future, "How Much Sunshine Do We Really Need?"; National Institutes of Health, "Vitamin D"; World Health Organization, "Ultraviolet Radiation"; Centers for Disease Control and Prevention, "Sun Safety"; Nature Mental Health, "Daylight Exposure and Cognitive Health"

Keywords: sinar matahari, vitamin D, paparan matahari, durasi berjemur, kesehatan kulit | cara berjemur yang benar, berapa lama paparan sinar matahari, waktu terbaik mendapatkan sinar matahari, durasi berjemur untuk vitamin D, manfaat sinar matahari bagi tubuh

Berita Terkait