Lifestyle

Jangan Terlalu Lama, Ini Durasi Paparan Sinar Matahari yang Dibutuhkan Tubuh

Sinar matahari sering dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari karena dapat meningkatkan risiko kulit terbakar, penuaan dini, hingga kanker kulit. Namun

Jangan Terlalu Lama, Ini Durasi Paparan Sinar Matahari yang Dibutuhkan Tubuh
Paparan Sinar Matahari,Ilustrasi: DALL·E 3

Vitamin D sendiri dapat diperoleh melalui makanan dan, dalam kondisi tertentu, suplemen. Karena itu, seseorang tidak perlu sengaja berjemur terlalu lama demi meningkatkan kadar vitamin D.

Terlalu Lama Berjemur Tidak Membuat Vitamin D Semakin Banyak

Ada anggapan bahwa semakin lama seseorang berada di bawah matahari, semakin banyak vitamin D yang dihasilkan tubuh.

Faktanya tidak sesederhana itu.

Paparan ultraviolet yang berlebihan tidak terus meningkatkan manfaat kesehatan secara proporsional. Sebaliknya, risiko kerusakan kulit terus meningkat.

Paparan berlebihan dapat menyebabkan kulit terbakar, munculnya pigmentasi, penuaan kulit lebih cepat, dan meningkatkan risiko kanker kulit.

Artinya, memperpanjang waktu berjemur setelah tubuh mendapatkan paparan yang cukup bukan strategi yang baik untuk meningkatkan kesehatan.

Prinsip "sedikit tetapi rutin" menjadi lebih masuk akal dibandingkan berjemur lama sesekali.

Sinar Matahari Juga Berkaitan dengan Kesehatan Otak dan Tidur

Manfaat cahaya matahari tidak hanya berkaitan dengan vitamin D.

Cahaya pada siang hari membantu mengatur jam biologis tubuh. Cahaya biru yang terdapat dalam cahaya siang dapat memberikan sinyal kepada otak bahwa tubuh sedang berada pada periode aktif.

Paparan cahaya siang hari juga berkaitan dengan fungsi kognitif. Sebuah penelitian terhadap lebih dari 360.000 orang menemukan hubungan antara paparan cahaya siang hari dan risiko demensia yang lebih rendah.

Penelitian lain menunjukkan bahwa paparan cahaya pada siang hari dapat berkaitan dengan performa kognitif, waktu reaksi, dan memori.

Cahaya matahari juga berhubungan dengan serotonin, zat kimia yang berperan dalam pengaturan suasana hati. Kurangnya paparan cahaya alami dapat berkaitan dengan gangguan suasana hati dan tidur, terutama pada kondisi tertentu.

Karena itu, manfaat berada di luar ruangan tidak harus diperoleh dengan sengaja membiarkan kulit terpapar ultraviolet dalam waktu lama. Berjalan kaki di luar rumah, beraktivitas di ruang terbuka, atau mendapatkan cahaya alami pada siang hari juga dapat memberikan manfaat.

Berita Terkait