Lifestyle . 23/08/2026, 08:07 WIB
fin.co.id - Sinar matahari sering dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari karena dapat meningkatkan risiko kulit terbakar, penuaan dini, hingga kanker kulit. Namun, tubuh juga membutuhkan paparan sinar matahari dalam jumlah tertentu. Paparan yang cukup membantu pembentukan vitamin D dan berkaitan dengan berbagai aspek kesehatan, termasuk fungsi tulang, suasana hati, tidur, serta kesehatan kardiovaskular.
Persoalannya bukan sekadar apakah sinar matahari baik atau buruk. Yang lebih penting adalah seberapa lama tubuh terpapar, kapan waktunya, seberapa banyak kulit yang terbuka, serta bagaimana karakteristik kulit seseorang.
Penelitian modern menunjukkan bahwa paparan singkat dan teratur lebih masuk akal dibandingkan berjemur dalam waktu lama. Dengan kata lain, mendapatkan manfaat sinar matahari tidak berarti harus membuat kulit menjadi kecokelatan.
Salah satu manfaat utama paparan sinar matahari adalah membantu tubuh memproduksi vitamin D. Vitamin ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan mendukung fungsi otot.
Ketika sinar ultraviolet B atau UVB mengenai kulit, tubuh memulai proses biologis yang menghasilkan vitamin D. Namun, kemampuan tersebut berbeda-beda pada setiap orang.
Warna kulit menjadi salah satu faktor penting. Melanin yang lebih banyak memberikan perlindungan alami terhadap radiasi ultraviolet, tetapi sekaligus membuat produksi vitamin D melalui paparan matahari berlangsung lebih lambat.
Karena itu, durasi paparan yang sama belum tentu menghasilkan efek yang sama pada setiap orang.
Sinar matahari juga berhubungan dengan sistem biologis lain. Cahaya pada pagi dan siang hari membantu mengatur ritme sirkadian, yaitu sistem internal tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Paparan cahaya pada siang hari dapat membantu tubuh mengenali waktu sebagai periode aktif. Pada malam hari, kondisi tersebut mendukung perubahan alami hormon yang berkaitan dengan rasa kantuk.
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua orang.
Menurut ahli yang dikutip BBC, orang dengan kulit terang dapat memperoleh manfaat dari paparan singkat selama beberapa menit secara rutin pada sebagian besar hari dalam seminggu. Tangan, lengan, atau kaki dapat dibiarkan terkena sinar matahari selama beberapa menit.
Orang dengan kulit lebih gelap dapat membutuhkan waktu lebih lama karena kandungan melanin yang lebih tinggi mengurangi efisiensi pembentukan vitamin D dari sinar UVB.
Salah satu penelitian yang dibahas BBC menemukan bahwa pada musim semi dan musim panas di Inggris, orang dengan kulit cokelat gelap membutuhkan sekitar 25 menit paparan matahari pada tengah hari untuk menghasilkan vitamin D dalam jumlah yang memadai.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id