Internasional . 23/08/2026, 10:30 WIB
Banyak sistem air kuno India dirancang untuk memperlambat aliran air hujan. Air yang tertahan kemudian memiliki kesempatan lebih besar untuk meresap ke dalam tanah dan mengisi kembali cadangan air bawah tanah.
Dengan kata lain, masyarakat masa lalu tidak hanya memikirkan bagaimana mendapatkan air. Mereka juga memikirkan bagaimana menyimpan air dan mengembalikannya ke dalam ekosistem.
Salah satu contoh paling sederhana adalah johad.
Johad merupakan bendungan tanah berbentuk melengkung yang digunakan untuk menahan limpasan air hujan. Struktur tersebut tidak membutuhkan teknologi rumit. Tujuan utamanya adalah memperlambat air sehingga sebagian dapat meresap ke dalam tanah.
Alwar menjadi salah satu wilayah yang menunjukkan bagaimana pendekatan tersebut dapat memberikan dampak besar.
Pada pertengahan 1980-an, sebagian wilayah Alwar mengalami kekurangan air yang sangat serius. Penggunaan sumur bor meningkat, sementara kemampuan lingkungan untuk mengisi kembali air tanah semakin menurun.
Ketika Rajendra Singh datang ke wilayah tersebut pada 1985, persoalan air bahkan dianggap lebih mendesak daripada rencana awalnya untuk mendirikan klinik kesehatan.
Ia kemudian membantu masyarakat membangun kembali johad.
Salah satu proyek awal di Gopalpura menunjukkan hasil yang cepat. Setelah musim hujan 1986, johad yang dibangun kembali terisi air. Sumur-sumur yang sebelumnya mengering selama bertahun-tahun mulai mendapatkan air kembali.
Keberhasilan tersebut kemudian mendorong desa-desa lain melakukan hal serupa.
Antara 1994 dan 2007, lebih dari 10.000 struktur pemanenan air dibangun di berbagai wilayah Alwar. Program tersebut dikaitkan dengan pemulihan aliran sejumlah sungai yang sebelumnya hanya mengalir secara musiman.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa sebuah struktur sederhana dapat memberikan dampak lebih luas daripada sekadar menyediakan genangan air.
Krisis air India tidak dapat dipisahkan dari perubahan iklim.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id