Internasional

Buku Second Mendadak Diburu dalam Jumlah Besar, AI Diduga Ada di Baliknya

Buku second atau buku bekas yang selama bertahun-tahun sulit terjual mendadak mengalami lonjakan permintaan. Fenomena ini terjadi di sejumlah toko buku

Buku Second Mendadak Diburu dalam Jumlah Besar, AI Diduga Ada di Baliknya
Buku Second, Image: DALL·E 3

Namun, persoalan muncul ketika buku yang dibeli ternyata akan dihancurkan setelah dipindai.

Derek Walker dari McNaughtan's Bookshop di Edinburgh memberikan contoh mengenai buku yang hanya dicetak dalam jumlah sangat terbatas. Jika sebuah buku akademik hanya memiliki sedikit salinan dan sebagian besar sudah tersimpan di perpustakaan, hilangnya satu eksemplar mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan.

Tetapi situasinya berbeda untuk buku yang hanya memiliki satu salinan yang diketahui masih bertahan.

Jika buku semacam itu dibeli dan dihancurkan untuk proses pemindaian, maka yang hilang bukan sekadar sebuah benda lama. Sebuah artefak sejarah dapat benar-benar lenyap dari dunia fisik.

Tidak Semua Buku Bekas Akan Berakhir di Perusahaan AI

Meski demikian, penting untuk tidak menyimpulkan bahwa setiap pembelian buku second dalam jumlah besar pasti dilakukan oleh perusahaan AI.

BBC melaporkan bahwa para pedagang sendiri belum mengetahui secara pasti ke mana seluruh buku tersebut berakhir.

Dugaan mengenai keterkaitannya dengan AI muncul karena pola pembeliannya sangat tidak biasa dan adanya bukti bahwa industri AI memang pernah memperoleh buku fisik dalam jumlah besar untuk kemudian didigitalisasi.

Anthropic sendiri mengatakan kepada BBC bahwa mereka menggunakan kombinasi data web yang tersedia untuk umum, dataset yang diperoleh secara komersial, serta data yang mereka hasilkan sendiri untuk melatih Claude.

Perusahaan tersebut juga menyatakan bahwa program pengadaan datanya tidak membeli dan menghancurkan buku langka atau antik.

Karena itu, hubungan antara lonjakan penjualan buku second dan proyek AI tertentu masih harus dipandang sebagai dugaan, bukan fakta bahwa semua pembelian tersebut dilakukan untuk melatih AI.

Era Baru Bagi Buku Bekas

Fenomena ini memperlihatkan perubahan menarik dalam cara manusia memandang buku.

Selama ini, nilai sebuah buku terutama dikaitkan dengan manusia yang membacanya. Buku langka bisa dihargai karena sejarah, isi, penulis, usia, kondisi fisik, atau nilai koleksinya.

Dalam era AI, buku memiliki nilai tambahan sebagai sumber data.

Berita Terkait