Internasional

Buku Second Mendadak Diburu dalam Jumlah Besar, AI Diduga Ada di Baliknya

Buku second atau buku bekas yang selama bertahun-tahun sulit terjual mendadak mengalami lonjakan permintaan. Fenomena ini terjadi di sejumlah toko buku

Buku Second Mendadak Diburu dalam Jumlah Besar, AI Diduga Ada di Baliknya
Buku Second, Image: DALL·E 3

Buku-buku lama menjadi menarik karena sebagian di antaranya mengandung materi yang sulit ditemukan dalam bentuk digital. Buku akademik, karya sastra lama, teks sejarah, hingga buku yang hanya pernah dicetak dalam jumlah terbatas dapat memberikan materi yang berbeda dari data internet umum.

Karena itu, buku yang selama bertahun-tahun dianggap tidak memiliki nilai komersial tinggi justru dapat menjadi sumber informasi berharga bagi pengembangan AI.

Dugaan ini semakin mendapat perhatian setelah terungkapnya praktik yang dilakukan Anthropic dalam pengembangan model AI Claude.

Anthropic Pernah Membeli Jutaan Buku Untuk Dipindai

Kasus Anthropic menjadi salah satu alasan mengapa lonjakan pembelian buku second kini dikaitkan dengan AI.

Dalam perkara hak cipta di Amerika Serikat, dokumen pengadilan mengungkap bahwa Anthropic membeli jutaan buku cetak dan kemudian mengubahnya menjadi bentuk digital.

Proses tersebut disebut destructive scanning.

Dalam proses ini, buku fisik dibongkar. Bagian punggung buku dilepas, halaman dipotong atau dipisahkan, kemudian seluruh halaman dipindai dengan sistem industri.

Hasil akhirnya adalah salinan digital yang dapat dibaca dan diproses komputer. Buku fisiknya kemudian tidak lagi dipertahankan.

Dokumen pengadilan dalam perkara Bartz v. Anthropic menjelaskan bahwa perusahaan tersebut membeli buku berhak cipta, melepas jilidnya, memindai halaman, kemudian menyimpan hasil digitalnya dalam perpustakaan penelitian.

Praktik inilah yang membuat sebagian pedagang buku khawatir. Mereka tidak keberatan menjual buku yang memang sudah tidak dibutuhkan masyarakat, tetapi muncul persoalan etika apabila buku yang sangat langka justru dibeli hanya untuk dihancurkan dan diubah menjadi data digital.

Buku Langka Bisa Menjadi Data Berharga

Ada alasan mengapa pembelian buku tersebut tidak selalu terlihat masuk akal bagi pembaca biasa.

Jika seseorang membeli buku bekas, biasanya ada pertimbangan seperti judul, penulis, kondisi fisik, harga, atau kelangkaannya.

AI memiliki kebutuhan yang berbeda.

Berita Terkait