Internasional

Buku Second Mendadak Diburu dalam Jumlah Besar, AI Diduga Ada di Baliknya

Buku second atau buku bekas yang selama bertahun-tahun sulit terjual mendadak mengalami lonjakan permintaan. Fenomena ini terjadi di sejumlah toko buku

Buku Second Mendadak Diburu dalam Jumlah Besar, AI Diduga Ada di Baliknya
Buku Second, Image: DALL·E 3

Sebuah buku yang hanya terjual sedikit di pasar mungkin justru menarik karena informasinya tidak banyak terdapat dalam kumpulan data digital yang sudah tersedia.

Materi yang beragam juga dapat membantu model bahasa memahami lebih banyak variasi bahasa dan pengetahuan.

Itulah sebabnya pedagang buku menemukan pola pembelian yang terlihat acak. Buku dengan tema tertentu tidak selalu diborong. Bahkan buku yang tampaknya tidak berhubungan satu sama lain dapat dibeli dalam jumlah besar.

Dalam konteks AI, keragaman tersebut justru masuk akal.

Putusan Pengadilan Membuat Fenomena Ini Semakin Menarik

Pada Juni 2025, Hakim William Alsup dari Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Northern District of California memutuskan bahwa penggunaan buku yang diperoleh secara legal untuk melatih model AI Anthropic merupakan fair use berdasarkan hukum hak cipta Amerika Serikat.

Pengadilan menilai penggunaan tersebut sangat transformatif karena buku digunakan untuk melatih sistem yang menghasilkan sesuatu yang berbeda dari karya aslinya. Namun, putusan tersebut tidak berarti seluruh tindakan Anthropic dianggap legal. Penggunaan buku bajakan untuk membangun perpustakaan pusat tetap dinilai melanggar hak cipta.

Putusan tersebut menjadi salah satu perkembangan hukum paling penting dalam hubungan antara AI dan industri penerbitan.

Namun, aturan tersebut berlaku dalam konteks hukum Amerika Serikat. Situasinya tidak otomatis sama di negara lain.

Emily Hudson, pakar hukum kekayaan intelektual dari Oxford University, menjelaskan kepada BBC bahwa hukum hak cipta Inggris memiliki pendekatan berbeda. Menurutnya, tindakan menyalin karya untuk membuat perpustakaan pelatihan dan melakukan proses pelatihan pada dasarnya membutuhkan izin dari pemegang hak cipta di Inggris.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa industri AI masih menghadapi persoalan hukum yang sangat kompleks ketika membutuhkan materi berhak cipta dalam jumlah besar.

Pedagang Buku Menghadapi Dilema

Bagi pedagang buku second, lonjakan permintaan sebenarnya memiliki sisi positif.

Buku yang selama bertahun-tahun tidak laku tiba-tiba menemukan pembeli. Bahkan beberapa pedagang mengaku memiliki judul yang telah mereka pasarkan selama puluhan tahun tanpa hasil, kemudian mendadak terjual.

Secara bisnis, kondisi tersebut tentu menguntungkan.

Berita Terkait