Internasional . 16/08/2026, 13:31 WIB
Sebuah buku yang hanya terjual sedikit di pasar mungkin justru menarik karena informasinya tidak banyak terdapat dalam kumpulan data digital yang sudah tersedia.
Materi yang beragam juga dapat membantu model bahasa memahami lebih banyak variasi bahasa dan pengetahuan.
Itulah sebabnya pedagang buku menemukan pola pembelian yang terlihat acak. Buku dengan tema tertentu tidak selalu diborong. Bahkan buku yang tampaknya tidak berhubungan satu sama lain dapat dibeli dalam jumlah besar.
Dalam konteks AI, keragaman tersebut justru masuk akal.
Pada Juni 2025, Hakim William Alsup dari Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Northern District of California memutuskan bahwa penggunaan buku yang diperoleh secara legal untuk melatih model AI Anthropic merupakan fair use berdasarkan hukum hak cipta Amerika Serikat.
Pengadilan menilai penggunaan tersebut sangat transformatif karena buku digunakan untuk melatih sistem yang menghasilkan sesuatu yang berbeda dari karya aslinya. Namun, putusan tersebut tidak berarti seluruh tindakan Anthropic dianggap legal. Penggunaan buku bajakan untuk membangun perpustakaan pusat tetap dinilai melanggar hak cipta.
Putusan tersebut menjadi salah satu perkembangan hukum paling penting dalam hubungan antara AI dan industri penerbitan.
Namun, aturan tersebut berlaku dalam konteks hukum Amerika Serikat. Situasinya tidak otomatis sama di negara lain.
Emily Hudson, pakar hukum kekayaan intelektual dari Oxford University, menjelaskan kepada BBC bahwa hukum hak cipta Inggris memiliki pendekatan berbeda. Menurutnya, tindakan menyalin karya untuk membuat perpustakaan pelatihan dan melakukan proses pelatihan pada dasarnya membutuhkan izin dari pemegang hak cipta di Inggris.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa industri AI masih menghadapi persoalan hukum yang sangat kompleks ketika membutuhkan materi berhak cipta dalam jumlah besar.
Bagi pedagang buku second, lonjakan permintaan sebenarnya memiliki sisi positif.
Buku yang selama bertahun-tahun tidak laku tiba-tiba menemukan pembeli. Bahkan beberapa pedagang mengaku memiliki judul yang telah mereka pasarkan selama puluhan tahun tanpa hasil, kemudian mendadak terjual.
Secara bisnis, kondisi tersebut tentu menguntungkan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id