Ragam . 03/10/2026, 10:19 WIB

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 4-Habis)

Penulis : FIN
Editor : FIN

Oleh: Azrul Ananda

Junior college memberi kesempatan untuk siapa saja meraih pendidikan lebih tinggi, mengejar kehidupan lebih baik. Menjadi jaring pengaman bagi mereka yang kesulitan untuk langsung masuk universitas, baik karena alasan finansial atau karena dulunya tidak pernah lulus SMA.

Saya kuliah dua tahun di Sacramento City College, dari 1995 hingga 1997. Pada periode yang sama, ada cerita sukses luar biasa dari situ. Aktris Jessica Chastain juga kuliah di situ antara 1995-1997. Dia juga tidak lulus SMA, kurang minat dalam hal akademis.

Dia pun masuk junior college untuk menyalurkan hobi dan bakatnya di dunia seni, di jurusan teater. Ternyata dia brilian. Dari Sacramento, dia mendapatkan beasiswa untuk kuliah di sekolah seni paling bergengsi, Julliard di New York.

Setelah itu dia sukses meniti karir di Hollywood, bahkan meraih penghargaan Oscar!

Saya tidak kenal Jessica Chastain. Tapi "Sac City" (julukan Sacramento City College) bukan sekolah yang besar. Hampir 100 persen kemungkinan saya dan dia pernah berada di kelas yang sama dalam dua tahun tersebut!

***

Setelah junior college, saya punya dua target universitas untuk melanjutkan kuliah. Pertama, University of California di Berkeley, tidak jauh dari Sacramento. Sekolah yang punya program bisnis bergengsi dan menghasilkan banyak menteri Indonesia di era Soeharto (Mafia Berkeley).

Saya pernah mengambil ujian TOEFL saya di situ. Pemain basket favorit saya, Jason Kidd, juga alumnus Berkeley. Karena Jason Kidd pakai nomor punggung 5, sampai hari ini saya selalu pakai nomor 5 di semua olahraga.

Kedua, University of Kansas (KU). Saya sangat rindu dengan Kansas. California asyik, tapi hati saya sudah seperti orang Kansas. Sekaligus memberi kesempatan untuk kembali dekat ke John dan Chris Mohn, dan teman-teman saya di sana.

Segala persyaratan terkait pencapaian akademis sangatlah aman. Kendalanya: Itu tahun 1997.

Krisis moneter. Bukan hanya di Indonesia, tapi juga di sejumlah negara Asia lain. Dollar Amerika melompat dari Rp 3.000-an ke melewati Rp 17 ribu. Banyak teman-teman saya terpaksa pulang. Tidak lagi mampu meneruskan di sana. Ada teman Indonesia yang tiba-tiba saja pulang tanpa cerita apa-apa ke siapa-siapa. Mobilnya dibiarkan mangkrak begitu saja di parkiran apartemen.

Adik saya juga jadi korban. Selesai SMP, dia juga ikut program pertukaran pelajar. Menjalani SMA setahun di negara bagian Iowa. Setelah itu, dia ikut ke Sacramento, dan saya akhirnya menemukan sebuah sekolah swasta yang bisa menerima murid internasional.

Pada 1997 itu, dia harus pulang. Dia mempercepat kelulusan SMA-nya dengan mengambil ujian GED, dinyatakan lolos dan mendapatkan ijazah setara SMA. Setelah itu pulang untuk kuliah di Indonesia.

Posisi saya nanggung. Junior college sudah selesai, sisa dua tahun bisa dapat gelar Bachelor (S1).

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id