Catatan Dahlan Iskan . 14/08/2026, 05:34 WIB
Kota Nanjing sendiri --pernah jadi ibukota Tiongkok-- waktu itu masih kumuh. Masih di awal pembangunan menuju modernisasi. Jalan-jalan dalam kota baru dilebarkan. Masih berdebu. Pohon-pohon di pinggir jalan baru ditanam. Masih tampak baru tumbuh. Inilah kali pertama saya melihat: pohon yang baru ditanam tapi besarnya sudah sebesar tubuh orang Indonesia. Waktu itu di kita masih terbiasa menanam pohon itu menanam bibit pohon yang masih kecil.
Apa yang saya lihat di Nanjing itu terus hidup di benak saya. Kelak, setiap kali membangun gedung baru saya minta agar pohon yang ditanam di halamannya adalah pohon yang sudah besar. Saya ikut tidak sabar menunggu rindangnya pohon yang memakan waktu sampai lebih 10 tahun.
Di pertemuan besar di Nanjing itu delegasi dari Indonesia lebih 200 orang. Dari Surabaya saja 40 orang. Satu bus penuh. Meski itu pertemuan besar pengusaha Tionghoa sedunia --hua shang da hui/ 华商 大会-- saya bisa menjadi delegasi Indonesia.
Di tahun itu saya sudah dianggap keluarga Tionghoa --lima tahun sebelum menjalani operasi ganti hati di Tianjin, Tiongkok.
Sejak itu saya beberapa kali kembali ke Nanjing. Setiap kali pula saya lihat perubahan yang amat besar. Pun di seluruh Tiongkok. Dua tahun kemudian saya ikut sekali lagi 华商大会: di Kuala Lumpur.
Zhu Rongji adalah salah satu pemimpin besar Tiongkok modern. Semua pemimpin Tiongkok tidak lagi ikut cawe-cawe di urusan negara setelahnya. Tidak ada misalnya mantan presiden yang bikin partai politik untuk anaknya.(Dahlan Iskan)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id