Internasional . 13/08/2026, 01:47 WIB

Inflasi AS Tak Lagi Memanas, Harga Pangan dan Energi Mulai Terkendali

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

Di luar makanan dan energi, harga konsumen atau inflasi inti meningkat 0,2 persen pada Juli setelah tidak mengalami kenaikan pada Juni.

Beberapa komponen yang mengalami kenaikan antara lain layanan kesehatan dan tiket penerbangan. Sementara itu, biaya asuransi mobil terus mengalami penurunan.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan inflasi belum sepenuhnya hilang. Beberapa sektor masih mengalami kenaikan harga meskipun tekanan dari pangan dan energi mulai berkurang.

The Fed Masih Memilih Bersabar

Perkembangan inflasi terbaru memberikan ruang bagi The Fed untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan mengenai kebijakan suku bunga.

Ketua The Fed Kevin Warsh sebelumnya menegaskan bahwa salah satu prioritas bank sentral adalah menjaga agar inflasi terus bergerak turun tanpa memberikan guncangan yang tidak diperlukan terhadap perekonomian.

Warsh juga mengatakan bahwa bank sentral tidak memiliki "tongkat ajaib" untuk membalikkan dampak inflasi tinggi yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Karena itu, proses membawa inflasi menuju target 2 persen membutuhkan kesabaran.

Target tersebut dianggap penting untuk menjaga kestabilan harga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pasar Keuangan Merespons Dengan Tenang

Data inflasi terbaru tidak menimbulkan gejolak besar di pasar keuangan Amerika Serikat.

Pergerakan saham relatif terbatas karena angka inflasi tersebut secara umum sesuai dengan perkiraan pasar.

Chris Zaccarelli dari Northlight Asset Management menilai data tersebut tidak menunjukkan adanya percepatan kembali inflasi.

Perkembangan inflasi juga dibaca bersama dengan kondisi pasar tenaga kerja AS. Laporan ketenagakerjaan terbaru menunjukkan kehilangan pekerjaan pada Juli, sehingga ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga ikut melemah.

Kombinasi antara inflasi yang mulai melambat dan kondisi tenaga kerja yang lebih lemah memberikan alasan bagi The Fed untuk menunggu dan mengamati perkembangan ekonomi sebelum mengambil langkah besar.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id