Survei RSUD Banten Semester I 2026: 1.158 Warga Bersuara, Ini Kelompok yang Paling Dominan
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten terus melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
"Kelengkapan data menjadi penting karena hasil survei yang tidak lengkap berpotensi mengurangi kualitas analisis. Dengan seluruh unsur pelayanan mendapatkan jawaban, RSUD Banten memiliki bahan evaluasi yang lebih utuh untuk melihat pengalaman masyarakat terhadap layanan yang diberikan," ujarnya.
Responden Perempuan Lebih Dominan
Danang mencatat, dari sisi jenis kelamin, survei menunjukkan bahwa responden perempuan lebih banyak dibandingkan responden laki-laki.
Berdasarkan data yang disajikan, terdapat 690 responden perempuan atau 59,59 persen , sementara responden laki-laki berjumlah 468 orang atau 40,41 persen .
Dengan demikian, terdapat selisih sebanyak 222 responden antara perempuan dan laki-laki. Secara persentase, perempuan lebih tinggi sekitar 19,18 poin persentase.
"Komposisi ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat yang terekam dalam survei Semester I 2026 lebih banyak berasal dari kelompok perempuan. Meski demikian, responden laki-laki tetap memberikan kontribusi cukup besar dalam memberikan penilaian terhadap pelayanan RSUD Banten," terangnya.
Jika dilihat dari bulan ke bulan, lanjut Danang, responden perempuan selalu menjadi kelompok mayoritas.
Pada Januari, misalnya, terdapat 115 responden laki-laki atau 38,08 persen dan 187 responden perempuan atau 61,92 persen.
Kemudian pada Februari, jumlah responden laki-laki mencapai 69 orang atau 41,57 persen. Sementara itu, responden perempuan sebanyak 97 orang atau 58,43 persen.
Pada Maret, jumlah responden menjadi yang paling rendah selama periode survei, yakni 89 orang. Dari jumlah tersebut, 32 orang atau 35,96 persen merupakan laki-laki dan 57 orang atau 64,04 persen merupakan perempuan.
"Persentase perempuan pada Maret menjadi yang tertinggi selama Semester I 2026," ucanya.
Baca Juga
April Catat Proporsi Responden Pria Tertinggi
Danang menyebut, bahwa pada April, komposisi responden mulai sedikit lebih seimbang. Dari total 144 responden, sebanyak 63 orang atau 43,75 persen merupakan laki-laki, sedangkan 81 orang atau 56,25 persen merupakan perempuan.
"Menariknya, April menjadi bulan dengan persentase responden laki-laki paling tinggi selama periode Januari hingga Juni," ujarnya.
Namun, meskipun proporsi responden laki-laki meningkat, perempuan tetap menjadi kelompok mayoritas.